Pembangunan Rumah Sakit Daerah Lamban

Posted: 25/10/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

– Sumsel Butuh Rumah Sakit Berjalan
InformasiPagi, Sumsel

Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat hingga ke masyarakat perbatasan dan terpencil yang belum memiliki rumah sakit, Kementrian Kesehatan RI akan membuat rumah sakit bergerak/berjalan. Namun, untuk sementara Provinsi Sumsel baru memanfaatkan rumah sakit yang ada dan rumah sakit lapangan untuk menangani daerah bencana. Selain itu, penyelesaian pembangunan rumah sakit di daerah dinilai masih lamban.
“Kita belum mendapatkan informasi rencana kementrian kesehatan RI untuk membuat rumah sakit berjalan, tapi di Sumsel kita sudah memiliki fasilitas untuk itu jika memang diperlukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Zulkarnain Noerdin, diwawancara Sabtu (23/10).
Ia menjelaskan, fasilitas yang dimaksud merupakan fasilitas yang dimiliki pusat pelayanan kesehatan bencana milik Kemenkes RI, mulai dari perlengkapan medis termasuk peralatan tenda untuk menangani gawat darurat. “Perlengkapan itu biasanya dimanfaatkan untuk rumah sakit lapangan di daerah-daerah bencana atau di wilayah-wilayah yang belum memiliki rumah sakit tapi tidak mobile,” katanya.
Menurutnya, ada beberapa daerah di Sumsel yang membutuhkan rumah sakit, untuk itulah, jika memang pemerintah pusat akan membuat rumah sakit bergerak ini, namun maka pihaknya akan memrioritaskan penempatannya di dua daerah, yaitu Kabupaten Ogan Ilir dan juga Kabupaten Empat Lawang. “Kalau memang ada, kita prioritaskan daerah yang belum memiliki rumah sakit atau yang belum selesai pembangunan rumah sakitnya seperti OI dan Empat Lawang, Karena kedua daerah ini tingkat penyelesaian pembangunan fisik gedung dan lainnya masih sangat rendah atau baru sekitar 15 persen,” katanya lagi.
Seperti diketahui sebelumnya, dalam pertemuan nasional manajemen rumah sakit di Hotel Novotel beberapa waktu lalu, Dirjend Bina Pelayanan Medik Kemenkes RI, Dr Supriyantoro SpP MARS, mengungkapkan, Kemenkes RI akan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Indonesia, salah satunya dengan membuat rumah sakit bergerak. Untuk membuat rumah sakit bergerak ini membutuhkan dana sekitar Rp10 Miliar, dengan peralatan medis yang lengkap mulai dari alat operasi, alat rontgen, generator, berfasilitas pendingin udara dan lainnya. “Ini akan kita kembangkan, khususnya di daerah-daerah terpencil di Indonesia,” katanya.
Supriyantoro juga mengatakan, prioritas lain yang harus distressing dan ditargetkan pada 2014 nanti yaitu pengembangan program jamkesmas, memperbaiki masalah keluhan pelayanan kesehatan, juga memerhatikan pelayanan kesehatan di daerah-daerah terpencil yang salah satunya membuat rumah sakit bergerak. ”Daerah-daerah terpencil dan perbatasan ini jangan dilupakan, karena mereka dapat meningkatkan angka kematian akibat sakit,” jelasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s