Sarjana Pertanian Harus Bertani

Posted: 24/10/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

– 70 Perguruan Tinggi Pertanian se Indonesia Ikuti Lokakarya

InformasiPagi, Sumsel

Lokakarya Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPT-PI) resmi dibuka Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf, kemarin Senin (18/10). Lokakarya diharapkan merumuskan poin-poin penting untuk memajukan sektor pertanian di Indonesia, termasuk memecahkan permasalahan sektor pertanian yang sedang terjadi.
Acara welcome party sekaligus pembukaan FKPT-PI di Griya Agung, kemarin dihadiri para akademisi UNSRI, pengurus FKPT-PI, mahasiswa, 174 peserta lokakarya dari 70 perguruan tinggi pertanian seluruh Indonesia dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian Unsri Prof Dr Ir Imron Zahri Ms, mengatakan, pada lokakarya nasional FKPT-PI tahun 2010 Fakultas Pertanian UNSRI menjadi tuan rumah, lokakarya diadakan 18-19 Oktober 2010 diikuti 174 orang peserta seminar dari sekitar 70 perguruan tinggi pertanian baik negeri dan swasta di seluruh Indonesia, kecuali dari Papua dan Riau yang belum menkofirmksi.
Menurutnya, untuk lokakarya FKPT-PI 2010 ini, pihaknya telah menyusun draf kompetensi dan dibahas 20 perguruan tinggi yang tergabung dalam pokja FKPT-PI, dan akan dipermentasi akreditasi oleh BAN-PT (badan akreditasi nasional perguruan tinggi).
Sementara itu, Sekjend FKPT-PI, Prof Dr Ir Suntoro WA MS, menyampaikan, lokakarya memang sangat penting diikuti para peserta dan akan menghasilkan rumusan-rumusan salah satunya mengenai agrobisnis, rumusan kompetensi generik untuk program studi dan lainnya. Terlebih, lokakarya akan menghadirkan Prof Dr Bambang Guritno, yang akan memberikan pencerahan tentang akreditasi khususnya teknologi dan agribisnis.
“Dari lokakarya ini, BAN-PT menghendaki adanya sarana penunjang dari penyelenggaraan untuk mencapai potensi, berupa sarana, minimal laboratorium dan perpustakaan untuk dijadikan panduan. Lalu, agar merealisasikan peminatan fakultas pertanian, karena, pertanian ini sebenarnya bidang yang luas. Sehingga lokakarya di Palembang ini sangat penting dan diharapkan Palembang dapat mengembangkan Fakultas Pertanian di perguruan tinggi masing-masing,” harapnya.
Sedangkan, Pembantu Rektor I Unsri, Prof Dr Zulkifli Dahlan Msi DEA, menyampaikan, lokakarya nasional tengah tahunan diharap merumuskan beberapa kompetensi khususnya teknologi dan agribisnis. “Namun yang terpenting sekarang, adalah bagaimana kita membentuk karakter mahasiswa, yang dirasa mulai luntur, hilang sopan santun dan lainnya, kita harus memerhatikan strategi pengajaran yang kita terapkan,” ujarnya.
Pada gilirannya berbicara, Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf SH MM mengatakan, Pemprov Sumsel selalu berkomunikasi dengan kalangan perguruan tinggi salah satunya UNSRI, didapatinya setiap tahun peminat untuk kuliah di Fakultas Pertanian mengalami penurunan. Kenyataan di lapangan juga banyak sarjana-sarjana yang bukan berlatarbelakang pertanian tapi berbisnis atau bekerja di sektor pertanian, perkebunan dan peternakan.
“Lahan-lahan di desa-desa juga bukan banyak milik petani, melainkan milik para pemilik lahan yang tidak tahu dimana tempatnya, sarjana pertanian semakin banyak, puluhan guru besar pertanian bermunculan tapi ironi para petani masih tidak berkembang, karena para sarjana dan guru besar tidak mau turun ke sawah, kebun dan beternak,” katanya.
Menurut Wagub, pola pikir masyarakat yang berasumsi sarjana pulang kampung untuk menerapkan ilmunya di perkebunan adalah gagal, merupakan asumsi yang salah dan perlu diperbaiki, karena pengelola sawah, kebun dan peternakan yang kuliah dan tidak kuliah pasti berbeda. Sehingga setelah matang di teori, para sarjana dapat mengimplementasikannya pada praktek di lingkungan yang nyata. ”Bahkan ada mahasiswa yang PPL di desa, tapi ditolak masyarakat, karena dinilai tidak akan mengerti mengelola pertanian. Padahal sebuah perusahaan perkebunan yang besar akan bisa maju jika dikelola oleh SDM atau sarjana-sarjana yang memang menguasai bidangnya,” ungkap Wagub.
Wagub juga berpendapat, dinas instansi terkait pertanian, perkebunan dan peternakan, juga jangan hanya memberikan bantuan atau menjalankan program di masyarakat tanpa ada monitoring, dan terkesan hanya menjalankan proyek, seperti contoh, pembibitan ikan, setelah diberikan bantuan tanpa ditinjau perkembangannya.
“Inilah fenomena yang menjadi masalah pertanian, ini tantangan besar kita ke depan, oleh karena itu dari hasil lokakarya ini harus memberikan rumusan, dan diberikan masukan kepada kepala daerah, Gubernur bahkan Presiden tentang upaya untuk meningkatkan sektor pertanian di daerah dan Indonesia,” pinta Wagub.

Kemarin, Wagub juga menjelaskan, Jika sarjana, guru besar dan pemerintah mampu bersinergi memecahkan masalah-masalah yang disebutkan, maka kesulitan rakyat akan terhapus dan terjawab. Tak lupa, Wagub memaparkan keunggulan SDA di Sumsel, dimana Sumsel memiliki potensi sektor pertanian yang cukup besar, baik karet, sawit dan lainnya, bahkan produksi perkebunan karet Sumsel terbesar di dunia untuk saat ini, dan merupakan stok pangan terbesar ke lima di Indonesia.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s