BPBD Sumsel Siapkan Peta Resiko Bencana

Posted: 24/10/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Untuk mengetahui tingkat kerawanan dan juga daerah-daerah yang rawan terjadi bencana, sehingga dapat diperhatikan lebih khusus, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, menggelar rapat terkait untuk membuat peta resiko bencana.
Demikian terungkap dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dan kemungkinan bahaya banjir tahun 2010 di Kantor BPBD Sumsel, di Jalan Bandara SMB II Palembang, Selasa (19/10). Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto SH menjelaskan, Provinsi Sumsel sangat rawan terjadinya bencana banjir, longsor, angin puting beliung, khususnya pada pertengahan tahun, untuk itu pihaknya mulai melakukan kesiapsiagaan sebelum terjadinya bencana dengan mempersiapkan SDM, peralatan dan lainnya.
“Kesiapsiagaan ini tidak lain agar dapat meminimalisir dan mengurangi resiko terjadinya bencana, sehingga kita mulai kumpulkan BPBD dari kabupaten/kota untuk menyiapkan segala sesuatunya sebelum terjadi bencana, mulai dari SDM, logistik, perlengkapan seperti perahu dan lainnya,” kata Yulizar yang akrab disapa Noto ini.
Ia menjelaskan, kabupaten/kota yang rawan bencana tersebut khususnya pada musim hujan seperti sekarang antara lain Ogan Ilir, OKI, Mura serta Palembang yang rawan banjir, dan Lahat, Pagaralam yang rawan longsor dan lainnya. “Kita juga terus menyosialisasikan ke masyarakat agar mulai waspada, seperti di daerah rawan banjir,” jelasnya.
Menurut Noto, selain rapat kesiapsiagaan, pihaknya juga membahas akan dibuatnya peta yang menunjukkan titik-titik resiko bencana di daerah-daerah rawan bencana, yang dalam waktu dekat akan diprioritaskan dulu di daerah kawasan Gunung Dempo. Adapun biaya operasional dan pembuatan peta resiko bencana ini, pihaknya dianggarkan dana yang tidak terlalu besar yaitu sekitar Rp40 juta, dari alokasi anggaran biaya tambahan (ABT) Pemprov Sumsel.
“Untuk peta ini, kita akan lakukan survei secara detail, dan dikoordinasikan dengan kabupaten/kota, jika data terkumpul akan dibuat peta lalu akan dibagikan ke kabupaten/kota. Kalau sudah diketahui mana kawasan dan daerah yang beresiko besar terjadi bencana, maka perhatian akan diutamakan ke kawasan tersebut,” katanya.
Terakhir kata Noto, dengan terbentuknya BPBD Sumsel ini, diharapkan penanggulangan bencana di Sumsel akan lebih maksimal, karena sistemnya terpadu dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Tagana, Dishub, PMI dan instansi-instansi terkait lainnya. “Selama ini kita sistemnya tanggap darurat, ketika ada bencana langsung tanggap menyelamatkan dan memberikan bantuan, nah, sekarang kita harus siap siaga, sebelum bencana terjadi kita harus sudah siap mengantisipasi,” tutupnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s