Pembangunan Dua Rumah Ibadah Dibatalkan

Posted: 23/10/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Sumsel, meminta Komisi I DPRD Kabupaten OKU Timur (OKUT) membatalkan rencana adanya pembangunan dua tempat ibadah yang tidak memenuhi persyaratan, dan tidak sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) Menteri.
Demikian terungkap dalam pertemuan antara Kemenag Provinsi Sumsel dengan jajaran Komisi I DPRD OKUT di Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel, kemarin, Jumat (15/10).
Usai rapat, Ketua Komisi I DPRD OKUT, HS Syarnubi menjelaskan, kedatangan pihaknya ke Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel, untuk membahas dan berkonsultasi tentang persyaratan dan peraturan pendirian tempat ibadah, karena pihaknya khawatir di OKUT nanti ada aksi anarkis seperti yang terjadi di daerah lain di luar Sumsel.
“Karena di OKUT sekarang, ada rencana pendirian dua rumah ibadah yang menurut kami tidak sesuai juklak (petunjuk pelaksanaan) kementrian SKB no 8 dan no 9 tahun 2006. Sehingga, kita ingin memastikan apakah SKB Mendagri dan Menag tersebut masih diberlakukan atau ada perkembangan perubahan peraturan tersebut, ternyata masih berlaku dan kita pedomani itu,” katanya yang tidak mau menjelaskan lokasi pasti rencana pembangunan rumah ibadah tersebut.
Sejauh ini menurut Syarnubi, kerukunan umat beragama di OKUT sudah berjalan baik, kondusif dan aman, karena OKUT memiliki Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan juga Kemenag OKUT yang terus melakukan pembimbingan umat.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Sumsel, Drs H Najib Haitami MM mengatakan, jajaran DPRD OKUT menanyakan kejelasan peraturan pendirian rumah ibadah, yang isu di pusat terjadi perubahan, sehingga pihaknya menjelaskan, peraturan yang berlaku masih seperti peraturan lama yaitu SKB Menteri RI no 8 dan 9 tahun 2006 dan belum berubah.
“Syarat mendirikan rumah ibadah itu sudah jelas, antara lain harus se izin masyarakat sekitar, izin pemerintah setempat, memiliki rekomendasi dari FKUB dan jumlah umat harus 90 orang, jika memang tidak memenuhi syarat maka jangan diizinkan,” tegas Najib.
Karena menurut Najib, berdasarkan laporan pihak DPRD OKUT, rencananya ada dua atau tiga tempat ibadah yang akan dibangun di OKUT, masyarakat yang ingin membangun tempat ibadah tersebut beralasan, ingin membangun tempat ibadah lagi karena tempat ibadah yang ada jauh dari desa mereka.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s