Sumsel Diminta Jual Produk Bukan Hanya SDA

Posted: 22/10/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

– Sumsel Launching Pertama SIDa di Indonesia
InformasiPagi, Sumsel

Provinsi Sumsel jangan hanya terlena mengeluarkan atau menjual sumberdaya alam (SDA) mentah, namun harus memperbanyak mengeluarkan produk industri, dan mampu bersaing hingga Internasional, pada akhirnya memajukan daerah.
Hal ini terungkap pada acara launching sistem inovasi daerah (SIDa) Provinsi Sumsel, Rektor Unsri, di Hotel Aryaduta, Kamis (14/10). Launching dilakukan langsung Menteri Riset dan Teknologi RI, Drs Suharna Surapranata MT, Kepala LIPI, Kepala BPPT, Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM, Rektor UNSRI, Walikota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra, Kepala Balitbanda Provinsi Sumsel, Ekowati Retnaningsih, unsur mupida Pemprov Sumsel dan undangan penting lainnya. Usai launching, Menristek dan Gubernur serta rombongan meninjau pameran ristek di Lapangan Parkir Bumi Sriwijaya.
Dalam sambutannya, Menristek RI Drs Suharna Surapranata MT mengatakan, untuk meningkatkan daya saing industri berbasis potensi daerah, aktor inovasi seperti pengusaha, peneliti juga pemerintah harus mampu berkolaborasi menghasilkan aktifitas inovasi teknologi. “Daya saing itu tidak didapatkan jika kita tidak mampu mentransformasikan keungulan komparatif berbasis SDA kepada keunggulan kompetitif, jadi kata kuncinya teknologi. Mudah-mudahan Gubernur Sumsel dapat membuat kebijakan, bahwa yang dikeluarkan Sumsel haruslah berupa barang (produk-red) yang sudah diolah, bukan hanya SDA saja,” pinta Suharna.
Menurutnya, produk industri akan berkualitas, berdaya saing, dengan barang impor dan menembus pasar global, jika pemerintah mampu menahkodai para inovator, salah satunya melalui SIDa. “Pemprov Sumsel merupakan daerah pertama di Indonesia yang melakukan launching SIDa, launching ini harus kita fahami bersama, ini adalah sebuah bangunan sistem untuk meningkatkan daya saing industri. Kami memandang ini sebagai upaya langkah maju memulai dengan inisiasi pembentukan jejaring lembaga penelitian dan pengembangan se-Sumsel,” katanya.
Lebih lanjut katanya, launching yang dilakukan Pemprov Sumsel merupakan langkah proaktif dari jajaran pemerintah daerah dalam mengembangkan SIDa, diharapkan nantinnya mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya inovasi-inovasi yang nantinya dapat mendukung Sumsel sebagai daerah lumbung pangan dan energi. Kementerian Ristek akan mendorong upaya membangun pusat-pusat inovasi di daerah yang merupakan hasil kerjasama kuat antara unsur pemerintah daerah, lembaga litbang, akademisi, dunia usaha dan masyarakat luas di daerah.
Menteri menjelaskan, Presiden RI membentuk komite inovasi nasional untuk meningkatkan produktifitas dan meningkatkan daya saing Indonesia, karena Indonesia memiliki satu optimisme besar tentang pembangunan. “Daya saing Indonesia tahun ini meningkat dari posisi 54 ke 44, ini kenaikan yang sangat signifikan, size ekonomi kita 19, angka ini terbesar di dunia, karena itulah kita masuk dalam G-20,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, mengatakan, daya saing daerah diawali dukungan rakyat, rakyat akan mendukung jika ada yang dibanggakan di daerahnya, rakyat Sumsel sekarang mulai ada kebanggaan yaitu Sumsel sebagai tuan rumah SEA Games XXVI di Sumsel tahun 2011 mendatang. “SIDa harus dioptimalkan penggunaannya, kita harap SIDa dapat berfungsi optimal sehingga ada kolaborasi positif,” kata Gubernur.
Alex menambahkan, SIDA Provinsi Sumsel merupakan suatu kelembagaan sistemik dan berjangka panjang untuk mendorong, mendukung, menyebarkan dan menerapkan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing serta menunmbuhkan industri baru berbasis kekayaan SDA dan budaya Sumsel.
Menurutnya, SIDa untuk peningkatan nilai tambah, peningkatan daya saing pertumbuhan industri, pada akhirnya peningkatan ekonomi melalui produk unggulan Sumsel seperti kelapa sawit, kelapa, karet alam, kopi dan buahan dan pangan tradisional. Konsep SIDa Sumsel nantinya melibatkan tiga unsur, yakni para peneliti dari lembaga litbang dan perguruan tinggi, dunia bisnis, industri, lembaga keuangan yang memanfaatkan IPTEK dan pemerintah sebagai regulatornya.
“Kita sudah melaksanakan inovasi-inovasi berbasis SDA karet, yaitu membentuk kampung cinderamata di Kampung Talang Kedondong, Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami, yang dijadikan sentra pembuatan suvenir berbahan karet,” jelasnya.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s