Pemprov Bentuk Tim Percepatan Pembangunan Double Track

Posted: 22/10/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , ,

– PT Adani Targetkan 48 Bulan Rampungkan Rel Ganda Menuju TAA

InformasiPagi, Sumsel

Setelah ditandatanganinya Head of Agreement (HoA) pembangunan jalur kereta api (KA) double track dari Kabupaten Lahat-TAA dan pelabuhan coal terminal untuk batu bara dan aluminium, beberapa waktu lalu di kantor BKPM RI di Jakarta. Pemprov Sumsel menindaklanjutinya dengan membentuk tim percepatan pembangunan double track, salah satunya mempercepat pengurusan segala jenis perizinan untuk pembangunan double track.
Penandatanganan HOA kemarin dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, PT Bukit Asam (BA), PT Adani, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI dan disaksikan tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II. Kemarin, Kamis (14/10) di Ruang Rapat Bina Praja Sumsel, dilakukan rapat antara Pemprov Sumsel, PT Adani Global, dan instansi terkait. Pemprov sepakat membentuk tim mempercepat pengurusan izin pembangunan rel KA, yang terdiri dari berbagai pihak seperti Pemprov Sumsel dan empat daerah yaitu Lahat, Muara Enim, Banyuasin dan Muba yang akan dilalui rel KA.
Dalam rapat, Plt Sekda Provinsi Sumsel, H Yusri Effendi Ibrahim SH MM mengatakan, Pemprov Sumsel telah melakukan pembicaraan persiapan pembangunan rel ganda KA dengan pihak PT Ardani, mulai dari pembahasan lokasi trase yang akan dilalui dan proses perizinan. “Kita sedang persiapkan persyaratan administrasi dan membentuk tim terdiri dari Pemprov Sumsel juga empat kabupaten terkait, untuk mempermudah kerja serta koordinasi, mengurusi perizinan salah satunya izin hutan, karena rel ini akan melewati kawasan hutan,” katanya.
Menurut Sekda, setelah diselesaikan proses perizinan, maka konstruksinya dapat dimulai pada pertengahan Agustus 2011 mendatang, karena berdasarkan HOA perjanjian defenitifnya harus ditandatangani pada 25 Agustus 2011 mendatang. “Sekarang kita minta PT Adani untuk memberikan data yang diperlukan untuk perizinan, dan menyurvei trase yang pasti akan dilalui rel, karena nanti akan melalui hutan sehingga kita akan meminta izin ke Menteri Kehutanan,” jelasnya.
Sementara itu, Project Fasilitation Manager PT Adani Global, Didi Marsono menjelaskan, setelah dilakukan HOA beberapa waktu lalu pihaknya melakukan survei titik pengeboran untuk kethaui kualitas tanah yang akan dilalui KA, lalu survei udara di Tanjung Carat untuk mengetahui suasana di perairan inter tidal zone. Pihaknya juga sudah berkonsultasi dengan ahli perkeretapian untuk mengetahui teknis dan desain loading port, coal handling fasilities, jumlah stasiun, pengaturan track, suplai material dan lainnya.
“Seluruh unsur Pemkab dan Pemprov Sumsel sangat mendukung proses ini, semuanya satu kata mempercepat realisasi projek, kami juga dikejar untuk segera memenuhi data yang dibutuhkan, agar perizinan bisa berjalan sesuai aturan khususnya tentang tata ruang sehingga tidak ada konflik pada proyek ini. Kita akan mulai konstruksi pada 25 Agustus 2011 mendatang, dengan target penyelesaian selama 48 bulan,” katanya. agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s