Operasi Pasar Oktober-Maret Butuh Rp11 M

Posted: 22/10/2010 in Uncategorized
Tags: , ,

Dana Subsidi OP Beras Capai Rp11 M

InformasiPagi, Sumsel

Untuk menekan harga beras di pasaran yang masih tinggi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel, Bulog dan Forum Komunikasi BUMN segera melakukan Operasi Pasar (OP) atau pasar murah khusus beras. Direncanakan OP beras dilakukan Oktober 2010 hingga Maret 2011 yang membutuhkan dana untuk subsidi sekitar Rp11 Miliar.
Demikian diungkapkan Kepala Disperindag Provinsi Sumsel, H Eppy Mirza diwawancara disela acara SIDa (sistem inovasi daerah) Provinsi Sumsel, Kamis (14/10) di Hotel Aryaduta. Menurutnya, harga beras di pasaran masih belum stabil seperti harga beras jenis iliran sekitar Rp6.000-an, untuk jenis premium sekitar Rp7.500, untuk itu pihaknya berencana mengadakan OP beras pada 20 Oktober 2010 hingga Maret 2011 mendatang di 16 kecamatan di Kota Palembang..
“Untuk OP beras ini, perkiraan awal kita membutuhkan dana untuk subsidi sekitar Rp11 Miliar, nantinya beras tersebut akan dijual sekitar Rp2.000-Rp3.000 per kilogramnya, setiap jiwa akan mendapatkan 1 kupon yang berlaku untuk 20 kg beras, setiap putaran OP akan membutuhkan beras sebanyak 40 ton,” jelasnya.
Eppy menambahkan, hari ini pihaknya akan bertemu dengan Komisi II DPRD Sumsel untuk mengurusi dana subsidi dari kementrian BUMN tersebut agar dapat cepat cair, sehingga OP Beras dapat dilakukan sesuai rencana yaitu 20 Oktober 2010. “Kita sudah minta dananya, kita harap dua atau tiga hari ke depan dapat cair,” katanya.
Meski harga beras belum stabil, namun menurutnya, stok beras masih cukup baik cadangan di bulog dan distributor beras, bahkan pihaknya telah meminta distributor beras untuk menambah beras agar tidak ada penimbunan. “Naiknya harga beras ini disebabkan realisasi panen yang tidak mencapai 100 persen dari target karena perubahan cuaca yang tidak menentu dan juga karena perubahan cuaca yang membuat kualitas beras menjadi menurun dengan indikator kadar air yang berlebihan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divre Sumsel, Tommy S Sikado, menjelaskan, kenaikan harga beras masih dipengaruhi momen terhadap Hari Raya Lebaran lalu, namun sejauh pemantauan pihaknya stok beras di penggilingan beras masyarakat saat ini masih cukup. “Kita berupaya meredam dan menurunkan harga beras sampai normal, dengan mempercepat penyaluran raskin karena sasaran raskin itu kan rakyat miskin. Bahkan kita sudah sepakat dengan forum komunikasi BUMN beberapa waktu lalu untuk melakukan OP,” jelasnya.
Tommy menerangkan, Sumsel tidak rawan beras dan stok beras di bulog cukup hingga Januari 2011 mendatang yaitu 43 ribu ton, namun untuk mengantisipasi musim paceklik di akhir tahun pihaknya akan menjaga stok beras di gudang bulog. “Kondisi harga beras di pasaran akan kita pantau terus, mudah-mudahan dengan percepatan penyaluran raskin dan OP yang akan digelar nanti dapat mempercepat stabilnya harga beras,” pungkasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s