Jangan Terlena Dengan Surplus Beras !

Posted: 19/10/2010 in Uncategorized
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Meski Provinsi Sumsel surplus produksi beras, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin tetap meminta sektor terkait tidak berpuas diri dan terlena, pasalnya iklim tahun ini berbeda dari biasanya, hujan curah tinggi, angin puting beliung dan bencana lain dapat datang kapan saja, yang akan memengaruhi siklus tanam dan dapat merusak tanaman pertanian.
Permintaan ini disampaikan Gubernur dalam sambutannya, pada acara peringatan hari pangan sedunia (HPS) ke XXX yang diadakan di Dekranasda, Jakabaring, Kamis (7/10). Acara sendiri dihadiri Ketua TP PKK Sumsel, Hj Eliza Alex, Wakil Ketua TP PKK Sumsel, Hj Suzanna Eddy Yusuf, Dinas/Badan terkait pertanian, perkebunan dan ketahanan pangan, para kepala daerah dan lainnya. Disela acara, Gubernur didampingi Ketua TP PKK Sumsel dan Kepala Pusat Distribusi Pangan Kementrian Pertanian RI, Arman Moenek menyerahkan bantuan, hadiah dan penghargaan bagi para pemenang lomba-lomba peringatan HPS XXX.
Dalam sambutannya pada HPS XXX kemarin, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menekankan kepada instansi terkait pertanian, agar waspada terhadap iklim ekstrim seperti hujan bercurah tinggi, angin putting beliung, yang membuat siklus tanam dan panen tidak teratur dan dapat merusak tanaman pertanian. “Walaupun kita surplus, tahun ini kita harus tetap berhati-hati terhadap iklim, global warnming dan perubahan cuaca yang menjadi ekstrim, jangan terlena dengan surplus beras khususnya Dinas Pertanian,” tegas Gubernur.
Gubernur mengakui, Sumsel surplus beras mencapai 900 ton hingga satu juta ton per tahunnya, yang sebagian besar berasal dari Kabupaten Banyuasin, bahkan Sumsel sudah mandiri pangan dan telah membantu provinsi tetangga di Indonesia. Kemandirian pangan ini untuk meningkatkan pendapatan untuk pembangunan daerah, bukan kemandirian pangan untuk memerangi kelaparan seperti tema HPS XXX kemandirian pangan untuk memerangi kelaparan karena tidak cocok di Sumsel.
“Berbagai produk holtikultura di Sumsel mengalami peningkatan seperti beras, karet, minyak kepala sawit, kopi, juga sektor perikanan seperti ikan, udang, sapi dan lainnya. Untuk beras saja, pada 2009 lalu meningkat hingga 6,6 persen yaitu 1,94 juta ton dari 2008, untuk tahun 2010 produksi beras ditargetkan mencapai 2,05 juta ton. Sumsel juga telah ditetapkan sebagai sentra lumbung beras dan sudah swasembada, walaupun ada kenaikan jumlah penduduk, angka surplus kita juga akan bertambah,” katanya.

Gubernur juga meminta agar masyarakat Sumsel, mulai menerapkan penganekaragaman konsumsi pangan, dan tidak mengandalkan konsumsi beras saja. “Saya menyambut baik lomba cipta menu ini, karena dapat memotivasi masyarakat mengonsumsi pangan yang beranekaragam. Sekarang bangsa Indonesia masih menjadi pengonsumsi beras terbesar di dunia, yaitu 139 kg per orang per tahun, dibandingkan Negara Jepang yang hanya 40 kg per tahun, Malaysia 80 kg per tahun, Korsel 70 kg per tahun dan rata-rata dunia yang hanya 60 kg per orang per tahun. Jadi, jangan selalu makan beras, sekali-kali makan-makanan yang lain,” ajak Gubernur.
Sementara itu, Kepala Pusat Distribusi Pangan Kementrian Pertanian RI, Arman Moenek menyampaikan, arah pembangunan ketahanan pangan yaitu meningkatkan kemandirian pangan untuk memerangi kelaparan. Pembangunan ketahanan pangan ini bagian inetgral dari pembangunan nasional yang harus dirumuskan secara terpadu. Pilar utama kemandirian pangan yaitu pengembangan cadangan pangan pemda dan penganekagaraman konsumsi pangan.
“Sebanyak 13 persen dari seluruh penduduk Indonesia masih tercatat rawan pangan, dan berdasarkan sasaran MDGS pada 2015 jumlah kerawanan pangan ini harus berkurang hingga 8 persen. Karena jika dilihat dari ketersediaan pangan posisi Indonesia ini masih aman, untuk itulah melalui HPS diharapkan dapat mengatasi kerawanan pangan, dan ini harus menjadi komitmen semua stake holder, sehingga dapat menurunkan penduduk miskin di Indonesia. Melalui HPS XXX ini juga diharapkan dapat memacu semua pihak untuk mengonsumsi pangan yang beragam,” paparnya.
Sedangkan, Kepala Badan Kaban Ketahanan Pangan Provinsi Sumsel, Samuil Chatib mengatakan, tema HPS XXX yaitu kemandirian pangan untuk memerangi kelaparan, diramu di Sumsel dalam mendorong upaya percepatan penganekaragaman konsumsi pangan salah satunya melalui pelaksanakan lomba cipta menu beragam bergizi dan berimbang. “Kegiatan HPS yang sudah dilaksanakan untuk memotivasi masyarakat keanegaragaman pangan, yaitu lomba penganekaragaman ketahanan pangan, lomba desa mandiri pangan dan lainnya. Peringatan HPS XXX ini puncaknya akan digelar puncak di Nusa Tenggara Barat,” jelas dia.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s