Daerah Penghasil Padi Diserang Hama

Posted: 19/10/2010 in Uncategorized
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Iklim yang tidak menentu pada tahun ini, berpengaruh besar terhadap sektor pertanian, salah satu ancaman konkrit yang melanda itu adalah serangan hama dan penyakit.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumsel, Nelly Rasdiana, mengatakan, dengan iklim yang tidak menentu seperti sekarang berpengaruh terhadap sektor pertanian di Sumsel seperti pergeseran musim tanam dan lainnya. Namun, pengaruh dan ancaman konkrit sektor pertanian terhadap kondisi iklim yang berubah-ubah tersebut adalah serangan hama dan penyakit.
“Biasanya dengan iklim seperti ini, serangan hama khususnya tikus dan penyakit mulai datang, dan memang di beberapa tempat sudah ada yang terserang, seperti daerah Banyuasin, Mura, OKUT serta beberapa tempat lainnya,” katanya, usai menghadiri acara peringatan hari pangan sedunia di Dekranasda, Kamis (7/10).
Ancaman ini menurutnya, harus diantisipasi dan diwaspadai bersama semua pihak, bukan hanya Dinas Pertanian semata, sehingga pihaknya bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota terus berkoordinasi setiap saat dan memantau langsung ke lapangan. “Kita memiliki UPT Balai Perlindungan Tanaman yang menangani khusus untuk perlindungan tanaman, dan brigade di tingkat kabupaten/kota untuk mengantisipasi kalau adanya serangan hama dan penyakit. Kita mohon juga kerjasama kelompok petani, kecamatan dan kabupaten untuk mewaspadai serangan hama ini,” jelasnya.
Namun, meski beberapa sentra penghasil padi sudah mulai terserang hama, tidak akan berpengaruh terhadap produksi padi di Sumsel, bahkan akibat pengaruh perubahan iklim, pihaknya berusaha melakukan percepatan tanam kembali di beberapa tempat. Dengan kondisi Sumsel memiliki lahan basah, lahan kering, lahan pasang surut ini juga menguntungkan Sumsel, karena membuat waktu panennya tidak serentak. “Kita berupaya agar iklim yang berubah ini tidak memengaruhi produksi beras Sumsel, seperti tahun 2010 ini, produksi kita masih menunjukkan peningkatan yang pada saat ini sudah mencapai hampir empat persen,” jelasnya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Bupati Banyuasin Amirudin Inoed mengakui di daerahnya serangan hama dan penyakit sudah datang, namun bukan karena faktor perubahan iklim saja, melainkan setiap tahun hama penyakit memang sering menyerang.

“Serangan hama penyakit itu setiap tahun ada, tapi tidak sampai menganggu produksi padi di Banyuasin, dan kita juga terus mengantisipasi serangan hama penyakit ini. Kita meminta, agar para petani tidak buru-buru menanam padi dalam kondisi cuaca yang tak menentu seperti sekarang, yang akan mengakibatkan kualitas produksi tidak bagus, kita harap petani juga tidak menjual seluruh hasil beras yang diproduksi, tapi disimpan untuk cadangan di musim paceklik,” pintanya. agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s