Kemenag Minta Listrik Tak Padam Selama Musim Haji

Posted: 18/10/2010 in Uncategorized
Tags: , ,

InformasiPagi, Sumsel

Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Sumsel, meminta PT PLN untuk menjamin tidak ada pemadaman di asrama haji, pada saat para jemaah calon haji (JCH) masuk asrama haji mulai 11 Oktober hingga berakhirnya musim haji sehingga pelayanan dapat maksimal. Pihak maskapai penerbangan juga diminta menginformasikan dua jam sebelumnya, jika harus ada penundaan penerbangan atau delay.
Demikian ditegaskan, Kepala Kantor Kemenag Provinsi Sumsel, Drs H Najib Haitami MM, diwawancara di kantornya, Jumat (1/10). Menurutnya, pihaknya telah melakukan pengecekan kondisi terakhir JCH asal Sumsel yang akan berangkat dan masuk ke asrama haji, semuanya dalam keadaan sehat. Untuk asrama haji sendiri juga telah disiapkan untuk melayani para jemaah, dan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak maskapai penerbangan Garuda dan PT PLN Palembang tentang beberapa hal.
“Kepada PLN kita ingin menyampaikan agar selama proses pelayanan JCH di asrama haji, tidak terjadi pemadaman listrik seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi kalau memang PT PLN memang masih tetap melakukan pemadaman, kita tidak dapat berbuat apa-apa, namun pihak asrama haji sudah menyiapkan jenset,” jelasnya.
Sedangkan koordinasi dengan pihak maskapai penerbangan Garuda, untuk meminta agar jika akan terjadi delay, pihak maskapai Garuda diharap segera memberitahukan satu atau dua jam sebelumnya, karena jangan sampai jemaah sudah berada di bandara dan siap berangkat ternyata delay. “Kita akan meminta betul dengan pihak PLN dan Garuda, dan akan lakukan koordinasi secepatnya, karena pada tanggal 11 Oktober ini jemaah sudah masuk asrama haji, berangkat tanggal 12 Oktober, semuanya ini demi pelayanan maksimal kepada jemaah haji kita,” katanya.
Ia menjelaskan, hasil rapatnya di pusat beberapa waktu lalu membahas pembagian pemondokan jemaah haji bagi seluruh jemaah haji di Indonesia. Beruntungnya, tahun ini pemondokan jemaah haji asal Sumsel tidak begitu jauh, 30 persen atau sekitar tujuh koter berada di ring 1, dan di ring 2 sekitar 70 persen atau lebih kurang 11 kloter.
“Tapi penempatan kloternya belum dirapatkan, dan walaupun 70 persen berada ring 2 paling jauh jaraknya hanya 4.000 meter, kalau di ring 1 jaraknya paling jauh 2.000 meter. Tahun ini kita memang mendapatkan pemondokan yang tidak terlalu jauh,” jelas Najib.
Sementara itu, Kasubbag Hukmas dan KUB Kemenag Provinsi Sumsel, Saefudin Latief SAg, menambahkan, pada pemberangkatan haji 2010 total jemaah dan petugas yang berangkat dari Embarkasi Haji Palembang berjumlah 7.578 dengan 21 kloter, dari jumlah tersebut sekitar 18 kloter atau 6.541 orang berasal dari Sumsel, dan 1.037 orang dalam tiga kloter berasal dari Babel. “Kita berdoa saja, agar jemaah dari Sumsel diberikan kesehatan dan dapat mengikuti semua rangkaian ibadah selama di tanah suci serta menjadi haji yang mabrur,” jelasnya. agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s