Gerakan Seribu Rupiah Untuk Bangun Masjid Sriwijaya

Posted: 18/10/2010 in Uncategorized
Tags: ,

InformasiPagi, Sumsel

Keinginan mewujudkan Masjid Sriwijaya sangat tergambar dari para ulama dan pemerintah di Sumsel, pembangunan Masjid Sriwijaya diupayakan tidak menggunakan dana APBD. Kepanitiaan berencana mengumpulkan dana melalui gerakan seribu rupiah melalui sumbangan masyarakat se Sumsel dari dalam dan luar Sumsel.
Demikian diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, KH Sodikun saat diwawancara Sabtu (2/9). Menurutnya, setelah melakukan pembicaraan dengan segenap kepanitiaan, disepakati salah satu upaya penggalangan dana dengan melakukan gerakan seribu rupiah melalui sumbangan masyarakat Sumsel dimanapun berada.
“Gerakan seribu rupiah akan mulai bekerja setelah dibentuk kepanitiaan penggalangan dana yang terpadu, baik unsur pemerintah, swasta seperti BUMD, masyarakat seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, jurnalis dan lainnya. Jika semua unsur ini berjalan saya yakin dan optimis dana akan terkumpul, Masjid Sriwijaya akan terealisasi,” kata Sodikun.
Sodikun mengungkapkan, belum lagi penggalangan dana dimulai dan kepanitiaan penggalangan dana dibentuk, masyarakat Sumsel sudah antusias ingin menyumbang. “Para akademisi sudah berkomunikasi dengan saya, mereka siap membantu baik moril maupun materil. Tapi, kita menunggu kepanitiaan penggalangan dana ini terbentuk dulu, karena desain dan lokasi Masjid Sriwijaya sudah jelas,” ujarnya.
Ia mengilustrasikan, dari jumlah sekitar tujuh juta masyarakat Sumsel, jika lima jutanya menyumbangkan uang Rp1.000 per orang dalam satu tahun, maka sudah banyak dana akan terkumpul ditambah tahun-tahun berikutnya. “Tapi, pasti ada saja masyarakat yang tergerak hatinya dan akan menyumbang uang di atas Rp1.000, seperti pengusaha-pengusaha muslim, tokoh-tokoh Sumsel di luar Sumsel dan lainnya,” katanya optimis.
Hal senada juga ditegaskan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, yang mengatakan, pembangunan Masjid Sriwijaya akan menggunakan sistem sumbangan berbagai pihak dan seluruh Rakyat Sumsel, APBD Sumsel hanya digunakan untuk pembangunan jalan dan lainnya. “Jika pembangunan masjid dan segala kelengkapannya itu menggunakan APBD tidak akan cukup, dana APBD hanya untuk keperluan biaya kegiatan, kepanitiaan, kesekretariatan masjid dan lainnya. Untuk itulah akan dilakukan penggalangan dana secara luas, kita akan turunkan tim dari provinsi dan tim dari Jakarta yang akan bersama-sama menggalang dana,” jelas dia.
Menurut Alex, untuk mewujudkan pembangunan masjid ini, biaya yang diperkirakan mencapai Rp300-400 Miliar, sedangkan jika ditambah dengan dana pembangunan komplek UIN dan Islamic Center akan mencapai Rp1 Triliun. “Perlu diingat juga, sepanjang masjid itu digunakan, maka sepanjang itu pula pahala akan mengalir kepada penyalur bantuan untuk Masjid Sriwijaya ini,” terang dia.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s