Balitbangda Sumsel Bentuk Kampung Suvenir

Posted: 18/10/2010 in Uncategorized
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Pada 2010, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sumsel, memiliki program inkubator teknologi untuk mencetak technopreneur, salah satu produknya yaitu kampung suvenir berbahan karet.
Kepala Balitbangda Provinsi Sumsel, DR Ekowati Retnaningsih SKM M Kes, mengatakan, selama ini Balitbangda belum nyata menyentuh kebutuhan masyarakat, namun sekarang lembaga litbang memiliki potensi besar membangun budaya komersialisasi penemuan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, melalui pengembangan jiwa kewirausahaan dan inovasi.
”Sumsel mengarah pada era ekonomi berbasis iptek melalui inovasi iptek, dengan Inpres no 1 tahun 2010 telah diintruksikan prioritas percepatan pembangunan Indonesia melalui kreatifitas dan inovasi teknologi. Untuk itu, Pemprov Sumsel membentuk inkubator teknologi bekerjasama BPPT RI untuk mencetak technopreneur,” katanya.
Inkubator teknologi ini berfungsi menginkubasi teknologi dan menginkubasi calon wirausaha baru, yang dilakukan dalam gedung (in Wall) Kantor Balitbangda Sumsel, atau di luar gedung (Out Wall) lokasi wirausaha sesuai kebutuhan. ”Kita telah melakukan inkubasi kepada 20 calon wirausaha untuk industri kreatif berbahan baku karet, dipilih karet karena Sumsel telah ditetapkan Provinsi produksi karet terbesar sehingga harus dimanfaatkan,” jelasnya.
Konkritnya, Balitbangda membentuk sentra cinderamata berbahan baku karet atau kampung suvenir yang terletak di Kampung Talang Kedondong Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang, yang memroduksi cinderamata atau suvenir berbahan baku karet seperti gantungan kunci dan gantungan hiasan mobil, hiasan lemari es, gelang dan pin, yang berdesain logo SFC, logo Jambore Nasional, Jembatan Ampera, Rumah Limas dan lainnya.
”Melalui kampung suvenir ini kita ingin menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan ekonomi kerakyatan dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Sekarang baru ada 40 pengrajin kita targetkan mampu melahirkan 100 pengrajin. Kampung suvenir ini juga bisa dijadikan tujuan wisata kerajinan bagi wisatawan, atau juga wisata bagi siswa-siswa sekolah,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Balitbangda Sumsel, Ernila menambahkan, entra cinderamata khususnya berbahan baku karet tersebut merupakan pilot project di Indonesia untuk program inkubator teknologi, Sumsel menjadi provinsi pertama yang menerapkannya. Setelah sentra cinderamata ini selesai masa pilot projectnya dan berjalan, aka akan diserahkan pembinaannya kepada Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel, juga Disperindag Sumsel. ”Selanjutnya Balitbangda akan melakukan inkubasi teknologi produk-produk lainnya, dan pada sudah siap akan diserahkan lagi ke dinas teknis yang membidanginya,” tutupnya.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s