Kapal Keruk Untuk Venue Mulai Operasi

Posted: 30/09/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,


InformasiPagi, Sumsel

Setelah tertunda sekitar dua minggu, akhirnya kapal keruk milik PT SAC Nusantara (SACNA) untuk keperluan venue kegiatan South East Asian (SEA) Games XXVI di Jakabaring mulai dioperasikan. Pengerukan sementara dilakukan di waduk/kolam retensi dan perlintasan cabang olahraga (cabor) ski air, yang dilimpahkan ke lokasi venue Voli Pantai.
Hal ini terungkap dalam peninjauan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Provinsi Sumsel, di lokasi pengerukan di kawasan Sport Citu Jakabaring, Senin (27/9).
Kepala Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel Rizal Abdulah mengatakan, pihaknya bersama perusahaan kapal pengeruk telah menyiapkan dua kapal keruk untuk mengeruk tanah/lumpur waduk dan perlintasan cabor Ski Air, satu kapal keruk baru dioperasikan kemarin dan satu lagi masih dalam tahap persiapan.
“Hari ini (kemarin-red) kita lakukan pengerukan waduk atau kolam retensi sekaligus untuk perlintasan cabang olahraga Ski Air, selama ini pengerukan belum bisa dilakukan karena masih ada permasalahan di lahan, dan sekarang masih ada lahan yang masih proses penyelesaian,” katanya.
Menurutnya, pengerukan waduk seluas 40 hektar akan memerlukan waktu tujuh bulan, dengan asumsi satu kapal keruk mampu mengeruk 200-250 meter kubik lumpur per jam. Namun, untuk mempercepat pengerukan, pengerjaan pengerukan dilakukan selama delapan jam setiap harinya, dan akan ditingkatkan maksimal 20 jam per hari.
Ia menjelaskan, tanah lumpur yang dikeruk dari waduk dan lintasan ski air yang lebarnya 200 meter dan panjang 1,2 meter dilimpahkan ke tanggul penampung venues Volly Pantai yang tidak jauh dari lokasi pengerukan, tanah lumpur tersebut juga akan dilimpahkan ke venue lainnya dan disalurkan melalui pipa yang disediakan untuk kebutuhan penimbunan.
“Kita ingin mengantisipasi terjadinya banjir akibat luapan air, sehingga waduk/kolam dan perlintasan ski air dikeruk. Kolam ini akan terhubung dengan pintu air, saat hujan nanti, air yang mampu ditampung mencapai dua juta kubik, kita harap pengerjaan pengerukan ini cepat selesai dan tepat waktu,” harapnya.
Sementara itu, Projek Manager PT SAC Nusantara (SACNA) Hartono menambahkan, jika pihaknya melakukan pengerukan selama 16 jam per hari maka dalam satu hari pihaknya dapat mengeruk tanah lumpur mencapai 6.400 meter kubik. “Dengan pengerukan ini tanah lumpurnya dapat dimanfaatkan untuk penimbunan venues,” jelasnya singkat.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s