Jumlah Titik Api di Sumsel Turun Drastis

Posted: 30/09/2010 in Uncategorized
Tags: , , , ,

– Sejarah Baru, Jumlah Hotspot Sumsel Turun Drastis

InformasiPagi, Sumsel

Jumlah titik api atau hotspot di Sumsel pada September 2010 mengalami penurunan drastis, penurunan ini merupakan sejarah yang baru terjadi sejak teknologi monitoring hotspot diterapkan pada 1996 lalu. Pada September 2009 tercatat hotspot mencapai 3.378 hotspot sementara pada September 2010 hanya terdeteksi 125 hotspot.
Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL), Dinas Kehutanan Sumsel, Hasanuddin, ditemui di Kantornya di Jalan Jenderal Sudirman, kemarin Kamis (30/9).
Ia mengungkapkan, berdasarkan monitoring pihaknya sejak tahun 1996 dimana teknologi pemantauan hotspot dengan satelit baru diterapkan, setiap tahun terdeteksi peningkatan jumlah hotspot secara drastis pada Bulan Agustus ke September.
Namun, pada September 2010 pihaknya mencatat jumlah hotspot di Sumsel mengalami penurunan secara drastis, pasalnya pada September 2009 jumlah hotspot terdeteksi mencapai 3.378 hotspot, sementara pada September 2010 hanya terdeteksi 125 hotspot.
“Ini merupakan sejarah selama saya memantau hotspot sejak 1996 lalu, terjadi penurunan berpuluh kali lipat, karena biasanya Agustus ke September setiap tahunnya merupakan tren memuncaknya jumlah hotspot, dan meningkatnya kebarakaran hutan dan lahan di Sumsel. Ini luar biasa, belum pernah terjadi tren hotspot itu menurun di Bulan September,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, Yulizar Dinoto juga mengatakan, pada 2010 pihaknya mencatat Sumsel minim terjadinya bencana khususnya kebakaran hutan. Namun pihaknya tetap menyiagakan tim penanggulangan bencana dan sarana prasarana jika memang terjadi bencana di Sumsel, seperti kebakaran, longsor atau banjir.
“Pada tahun ini, kondisi cuaca Sumsel agak lain seperti kemarau basah, sehingga membuat titik api di Sumsel sangat minim hanya beberapa titik saja terdeteksi, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu meningkat di pertengahan tahun,” jelasnya.
Menurut Noto, pada 12 Oktober mendatang, pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi dengan Kabupaten/Kota di Sumsel, untuk mengantisipasi datangnya bencana. “Kita akan memaksimalkan SDM dan sarana prasarana yang ada untuk menanggulangi jika terjadi bencana di Sumsel,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s