Disnakertrans Awasi Tenaker WNA Penyelundup

Posted: 30/09/2010 in Uncategorized
Tags: , ,

InformasiPagi, Sumsel

Hingga Agustus 2010, jumlah tenaga kerja (tenaker) warga negara asing (WNA) pendatang yang bekerja di Sumsel mencapai 418 orang, jumlah ini meningkat dari Agustus 2009 lalu. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumsel bekerjasama berbagai pihak, melakukan pengawasan ketat terhadap para tenaker WNA ini, untuk mengantisipasi tenaker WNA penyelundup.
Kepala Disnakertrans Provinsi Sumsel, Rizal Fathoni melalui Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans, H Zulkopli mengatakan, untuk mengantisipasi adanya tenaker WNA yang menyelundup seperti yang terjadi di 2009, dimana ditemukan ada beberapa tenaga kerja asing ilegal yang bekerja di bagian pembangkit di Sumsel yang lalu dideportasi. Pihaknya bekerjasama dengan 10 pihak mulai dari Intelpam, Polda, Imigrasi, Dephumkam, Badan Kesatuan Bangsa, Badan Penanaman Modal Daerah, Transmigrasi, Kapolres dan lainnya melakukan pengawasan.
“Meski 2010 belum ditemukan lagi, kita telah bekerjasama dengan berbagai instansi terkait mengawasi dan mengantisipasi para tenaker WNA yang datang ke Sumsel, khususnya bagi WNA yang menggunakan visa turis atau visa berkunjung, tapi kenyataannya mereka bekerja di Sumsel,” kata Zul.
Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, jumlah tenaker WNA pendatang, yang terdaftar di Disnakertrans Provinsi Sumsel sampai dengan bulan Agustus 2010 berjumlah 418 orang, dengan rincian sebanyak 415 orang laki-laki dan tiga orang perempuan, jumlah ini meningkat dari Agustus 2009 lalu.
Ia memaparkan, jumlah tenaker WNA pendatang terbanyak bekerja di Kabupaten Muara Enim sebanyak 230 orang, menyusul Kota Palembang 64 orang, Kabupaten Banyuasin 61 orang, Kabupaten Musi Banyuasin 24 orang, Kabupaten Ogan Komering Ilir 22 orang dan lainnya. Kecuali Kabupaten Lahat, OKUS, Empat Lawang, Prabumulih, Pagaralam dan Lubuk Linggau yang tidak memiliki tenaga kerja WNA pendatang.
Tenaker WNA terbanyak berasal dari Negara tetangga Malaysia, sementara bidang terbanyak tempat para tenaker WNA tersebut bekerja yaitu bidang perkebunan seperti pabrik, kebun kelapa sawit, kebun karet dan lainnya. Posisi tenaker WNA tersebut banyak di jabatan pimpinan, manajer atau komisaris.
“Setiap tahunnya jumlah tenaker WNA yang masuk dan bekerja di Sumsel tidak stabil, kadang meningkat atau sebaliknya, keluar masuknya tenaker WNA tersebut tergantung kebutuhan dari perusahaan itu sendiri, ada yang habis kontrak dan tidak diperpanjang,” kata dia.agustian pratama

Comments
  1. ali roziqin says:

    PT SIANTAR TOP WARU SIDOARJO ADA YG MELAKUKAN DISKRIMINATIF, KARYAWAN OUTSOURCHING GAJI POLOKNYA DIPOTONG YAYASAN….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s