Pemprov Sumsel Jamin Gas PT Pusri

Posted: 24/09/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) tidak akan kekurangan bahan bakar gas, karena pasokan gas PT Pusri akan terpenuhi dengan teknologi gasifikasi dari batubara ke gas di kawasan Tanjung Api-api (TAA). Pemprov Sumsel telah melakukan pembahasan realisasi gasifikasi di TAA dengan Investor China.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, PT Pusri berniat pindah ke Kalimantan Timur (Kaltim) karena kesulitan mendapatkan bahan bakar gas, dan PT Pusri hanya mampu bertahan selama lima hingga 10 tahun ke depan sesuai kontrak. Sedangkan, kontrak pasokan gas dari Pertamina tersebut tidak dapat diperpanjang karena gas akan dipasok untuk Pulau Jawa dan Singapura.

Namun kata Alex, dirinya telah melakukan pembahasan dengan investor China yang akan melaksanakan gasifikasi gas tersebut, dan jika proyek rel kereta api menuju kawasan TAA sudah rampung, maka potensi batubara seperti di Tanjung Enim, Lahat dan lainnya akan diangkut ke TAA, untuk dilakukan proses gasifikasi yaitu batubara menjadi gas. “Pusri juga dapat mengembangkan Pabrik Cluster di kawasan TAA nantinya,” kata Gubernur di kantornya kemarin, Kamis (23/9).

Sehingga, Pemprov Sumsel akan menjamin hingga 2030 mendatang, pasokan gas PT Pusri akan terpenuhi, karena batubara yang akan digunakan untuk teknologi gasifikasi tidak akan habis hingga ratusan tahun ke depan. Selain untuk bahan bakar PT Pusri, gas dari batubara juga dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar pembangkit atau lainnya.
“Kita memiliki potensi batubara yang sangat banyak, yang dapat diubah menjadi gas, kita akan manfaatkan itu untuk keberlangsungan PT Pusri, sehingga PT Pusri tidak akan pindah dari Sumsel,” jelasnya.

Alex mengingatkan, 48 persen cadangan batu bara di Indonesia ada di Sumsel, karena di Sumsel memiliki potensi batubara mencapai 22,24 Miliar Ton, sementara produksinya hanya mencapai 9,5 juta ton per tahun.

Selama ini sambung Gubernur, transportasi menjadi kendala mengeluarkan potensi batubara Sumsel, tapi setelah rel KA menuju TAA terwujud peningkatan produksi akan mencapai lima kali lipat lebih. “Jadi, batu bara di Sumsel ini tidak akan habis sampai ratusan tahun ke depan, batu bara kita dapat dimanfaatkan dan tidak mubazir,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s