Evaluasi Berobat Gratis Gaya Intelejen !

Posted: 24/09/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi,Sumsel

Pelaksanaan program berobat gratis di Sumsel belum berjalan mulus, karena masih ada kritik dan keluhan yang dilontarkan, untuk itu Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf menyarankan diadakannya evaluasi program berobat gratis dengan gaya intelejen.

Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf, usai menemui puluhan pendemo dari Dewan Kesehatan Rakyat Sumsel di Kantor Gubernur, Jumat (24/9). Menurut Wagub, kritik atau keluhan dari masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah itu hal yang wajar, jika kritik tidak disampaikan pemerintah tidak mengetahui apa kehendak rakyatnya.

Namun, ia mengatakan, keluhan dari masyarakat terhadap pelayanan berobat gratis, bukanlah kelemahan di kebijakan pemerintah melainkan kelemahan pada pelaksanaan di lapangan. “Misalnya, ketika seorang komandan tentara meminta jangan menembak, tiba-tiba bawahannya sudah menembak duluan, maka akhirnya menjadi kacau. Jadi bukan di kebijakan yang salah tapi di pelaksanaannya, kalau kita tidak dikritik juga kita tidak tahu mau masyarakat, sama seperti bayi, jika tidak menangis tidak tahu apa kehendaknya,” kata Wagub mencontohkan.

Wagub menegaskan, perlu ada ketelitian dalam mengevaluasi secara formal dan juga evaluasi secara intelejen terhadap program berobat gratis ini. Karena menurutnya, jika hanya dievaluasi secara formal, pelaksana berobat gratis di lapangan akan menunjukkan yang baik-baik.
“Biasanya kalau dari pemerintah datang orang sudah siap, seluruhnya gratis dan tidak bayar, coba kita susup dengan gaya intelejen, sama seperti kalau ingin memonitor pelayanan di jembatan timbang, pakai cara menyusup dengan menyuruh sopir agar tidak ketahuan, karena kalau dari DPRD dan Gubernur mengenakan baju dinas, orang tidak akan mau berlaku curang,” imbuh Wagub.

Teori-teori yang disarankannya, agar dapat dijadikan acuan untuk mengevaluasi seuatu kebijakan, dan dirinya serta segenap jajaran Pemprov Sumsel akan mengamankan kebijakan Gubernur khususnya program berobat gratis. “Karena ini adalah amanah rakyat,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DKR Sumsel, Avir menyampaikan, pihaknya menuntut peningkatan pelayanan kesehatan bagi pasien jamkesmas dan jamsoskes di RSUD, Puskesmas serta jaringannya di Sumsel. Lalu, menuntut adanya jaminan sosial profesionalitas dan pendidikan kesehatan bagi tim medis dan masyarakat di seluruh pedesaan di Sumsel.

“Berantas juga kasus-kasus korupsi di sektor kesehatan di Sumsel, kami juga meminta agar presiden SBY mereshuffle menteri kesehatan karena tidak memiliki program kesehatan yang kerakyatan, dan kami menolak UU SJSN no 40 tahun 2004 karena bertentangan dengan UUD 45,” katanya.

Sedangkan, Koordinator Lapangan pada aksi kemarin, Apri menambahkan, pelaksanaan pelayanan berobat gratis di lapangan belum maksimal, hal ini terlihat dari opini masyarakat khususnya pasien kelas III pengguna program berobat gratis.

“Di lapangan, ada pasien yang ditolak masuk karena ruangan emergency atau perawatan penuh, lalu perawat yang setengah hati merawat, antrean di RSMH juga panjang setiap hari, bahkan karena keterbatasan dokter spesialis banyak pasien berobat gratis yang terabaikan dan banyak keluhan lainnya,” ujar dia. agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s