Pembangunan Venues Masih Terganjal Lahan Warga

Posted: 23/09/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

Informasipagi, Sumsel

Hingga kini Pemprov Sumsel masih menemui kendala dalam pembangunan venues untuk kegiatan South East Asian (SEA) Games XXVI di Jakabaring, pasalnya pembangunan di kawasan venues SEA Games masih masuk ke lahan warga, sehingga masih perlu dilakukan pembebasan lahan.

Diwawancara disela meninjau di lokasi pembangunan venues di Jakabaring kemarin, Rabu (22/9), Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sumsel, Mulyadin Roham mengatakan, ada beberapa lahan warga belum diselesaikan di lokasi pembangunan venues SEA Games XXVI di Jakabaring, seperti lahan untuk pelebaran waduk untuk venues dayung yang mencapai 40 hektar, pelebaran waduk tersebut masuk ke lahan warga milik H Usman Nawawi seluas 2,5 hektar yang berada tepat di pinggir waduk.

Mulyadin menjelaskan, untuk penambahan fasilitas di kawasan tersebut juga perlu dilakukan pelebaran, sehingga masuk ke lahan warga di kawasan Plaju sebanyak 49 hektar sehingga perlu dibebaskan. Begitu juga untuk jalan poros venues yang panjangnya 10 km dengan lebar 60 meter masih terkendala lahan, karena ada tiga kapling tanah milik tiga orang warga belum dibebaskan.

Hal yang sama pada kawasan pembangunan Bank Sumsel, masih ada tiga kapling lahan milik tiga warga yang belum dibebaskan dan juga di kawasan venues lapangan tembak masih terdapat 47 kapling lahan yang belum diselesaikan.

Menurutnya, dengan belum dibebaskannya lahan warga tersebut, pengerjaan terpaksa ditunda hingga permasalahan lahan terselesaikan. Namun, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan warga, dan warga sendiri sudah menyepakati adanya ganti rugi, hanya saja warga menginginkan harga ganti rugi dinaikkan dari harga sebelumnya yang sebesar Rp35 ribu per meter per segi.

“Untuk jumlah ganti ruginya ini belum ditetapkan, kita harus menunggu pembahasan lebih lanjut, tapi untuk ganti rugi lahan yang belum dibebaskan ini Pemprov Sumsel akan menganggarkannya pada ABT (anggaran biaya tambahan) mendatang,” jelasnya.

Untuk menyelesaikan masalah ini dan mengganti rugi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumsel untuk melakukan pengukuran lahan, karena selain ada lahan yang belum dibebaskan, ada 44 persil lahan milik warga yang masih bermasalah antara warga.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s