Perguruan Tinggi Seharusnya Cetak Lulusan Berkualitas

Posted: 21/09/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Sekarang ini, marak perguruan tinggi yang menawarkan gelar sarjana dengan cepat, tanpa memerhatikan kualitas sarjana yang dikeluarkan, sehingga membuat sarjana pengangguran setiap tahunnya. Paradigma perguruan tinggi harus diubah.

Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Sumsel Prof Dr Muhammad Sirozi, MA, pada pertemuan antara seluruh rektor se Sumsel dengan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, di Ruang Rapat Bina Praja Sumsel, kemarin, Senin (20/9). Ia mengatakan, masyarakat harus mengubah paradigma setelah lulus sekolah menengah atas,  mencari tempat perkuliahan yang mudah dan cepat mendapat gelar, yang akhirnya membuat semua lulusan tidak berkualitas malah menganggur karena hanya biasa berteori dan bukan  menjadi sarjana yang terbaik.

Menurutnya, akhir-akhir ini budaya mengambil gelar semakin marak, sementara   budaya ilmiah semakin melemah, dan membuat para angka lulusan perguruan tinggi yang menganggur  meningkat karena hanya mengandalkan gelar  tanpa kemampuan.

“Sarana perkuliahan harus diubah, dengan menaikkan grade perguruan tinggi ke standar nasional, karena hampir semua perguruan tinggi  sekarang masih di bawah standar nasional. Seharusnya lulusan perguruan tinggi dapat menciptakan lapangan kerja sehingga angka pengangguran dapat ditekan,” katanya.

Pihaknya prihatin, paradigma yang terjadi selama ini, dari 6.000 lulusan perguruan tinggi 70 persen diantaranya akan menjadi  pengangguran, dan hanya sekitar enam persen lulusan perguruan tinggi berprofesi sebagai wirausahawan dan lainnya sisanya berprofesi buruh. Bahkan jika dibuat perbandingan lagi, tujuh dari 10 profesi pengojek  adalah  para lulusan perguruan tinggi atau sarjana, bahkan  ada juga sarjana nuklir yang menjual es krim.  Untuk itu, perlu ada pembenahan yang harus dilakukan,  seperti meningkatkan kompetensi daya saing, tranformasi pendidikan dan juga  singkronisasi antara  jurusan dengan lapangan kerja.

“Ini membuktikan bahwa harus dilakukan pembenahan, ke depan perguruan tinggi  bukan hanya harus melahirkan sarjana saja, tapi dapat membentuk sarjana  mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri atau  bisa mencarikan jalan  untuk mendapatkan lapangan pekerjaan bagi sarjananya,” pinta Sirozi.

Ia juga mengungkapkan, dari  jumlah perguruan tinggi di Sumsel yang mencapai 97 lembaga terdiri dari  13 universitas (11 universitas swasta dan 2 negeri), 53 sekolah tinggi, 7 poltek dan 26 akademi, hanya sebesar 12,55 persen atau 125.000 lulusan dari 824.900 lulusan yang bisa tertampung di perguruan tinggi.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, pada kesempatannya berbicara, permasalahan lulusan perguruan tinggi dan pengangguran ini adalah masalah nasional tidak hanya terjadi di Sumsel, dan juga harus dibahas secara nasional. Namun, Pemprov Sumsel  akan tetap menyelesaikan masalah yang Sumsel hadapi sekarang ini salah satunya mengenai lulusan perguruan tinggi ini.

Terlebih kata Gubernur, kawasan industri Tanjung Api-api  (TAA) terwujud, yang akan mampu menyerap tak kurang 100 ribu tenaga kerja, begitu juga dengan kegiatan SEA Games XXVI 2011 mendatang, yang membutuhkan banyak peran dari masyarakat Sumsel, salah satunya memanfaatkan  sektor perekonomian sesuai bidang masing-masing.agustian pratama

Comments
  1. nurrahman18 says:

    secara umum, kualitas lulusan PT di tanah air memang masih perlu banyak perbaikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s