Disperindag Galakkan Tertib Ukur

Posted: 14/07/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,


InformasiPagi, Sumsel

Sebanyak 40 pegawai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) perwakilan se Sumsel, dilatih pembacaan alat ukur, dan 40 aparat pembina dari dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) se Sumsel disosialisasikan kebijakan kemetrologian. Hal itu dilakukan agar terciptanya tertib ukur dalam setiap kegiatan ukur-mengukur di Sumsel.
Demikian terungkap dalam acara sosialisasi kebijakan kemetrologian kepada aparat Disperindag kabupaten/kota, serta bimbingan teknis pembacaan alat ukur bagi pelaku usaha SPBU se Provinsi Sumsel, di Hotel Bumi Asih, Selasa (13/7).
Ketua Panitia Sosialisasi dan Bimtek, yang juga Penera UPTD Metrologi Disperindag Sumsel, Budi Suhendra SSi menjelaskan, bimtek bagi pelaku usaha SPBU bertujuan meningkatkan pengetahuan para pelaku usaha dalam pemakaian alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) secara benar dan jujur terutama para pelaku usaha SPBU.
Sedangkan untuk sosialisasi bagi aparat metrologi Disperindag se Sumsel, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peraturan/kebijakan kemetrologian aparat pembina di Disperindag Kabupaten/kota, dan mensinkronkan pelaksanaan kegiatan kemetrologian antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota. “Hasil dari semua kegiatan ini, kita harapkan dapat tercipta tertib ukur di segala bidang khususnya dunia perdagangan,” ulasnya.
Selain bimtek untuk pegawai SPBU, pihaknya juga terus melakukan pengawasan ke lapangan, untuk melakukan sidang tera kepada kegiatan ukur-mengukur di bidang usaha elpiji, emas dan lainnya. “Kita punya program sidang tera, dengan menyidangkan alat ukut, artinya kita membawa alat untuk mengecek apakah alat ukur tersebut sesuai standar,” jelas dia.
Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Kemetrologian Disperindag Sumsel, Uron SH MM mengatakan, metrologi atau ilmu pengukuran sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari, dalam roda perekonomian, perdagangan di pasar tradisional maupun modern metrologi ini menjadi sangat penting, sehingga diperlukan pengetahuan yang benar dalam mengukur ini.
“Dalam pembelian sebidang tanah atau rumah memerlukan suatu ukuran tertentu, begitu juga dengan kebutuhan air ledeng, listrik, gas dan juga SPBU, yang ditransaksikan dengan suatu ukuran. Untuk itulah diperlukan regulasi/perundangan yang mengatur dan institusi yang menjamin tegaknya kebenaran hasil pengukuran ini,” kata Uron.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s