Pemprov, Stop Pendaftaran Rumah Murah

Posted: 19/05/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Agar tidak ada kesimpangsiuran informasi, Pemprov Sumsel menegaskan, pendaftaran rumah murah untuk program Pemprov Sumsel tidak akan diadakan lagi, Pemprov hanya sebatas trigger (pemicu) untuk 2.000 rumah murah saja, selanjutnya pemerintah kabupaten/kota akan melanjutkan program tersebut.
Hal ini diungkapkan Asisten III Bidang Kesejahteraan Provinsi Sumsel, Dr Aidit Aziz Sabtu (24/4). Berdasarkan data terakhir, pendaftar rumah murah tipe 36 sektor formal bagi kalangan PNS, Guru dan sektor formal lainnya, yang berlokasi di Jakabaring, pendaftarnya mencapai sekitar 1.400 orang.
Sedangkan untuk pendaftar rumah murah tipe 21 sektor non formal bagi kalangan pengojek, sopir, penarik becak dan sektor non formal lainnya, yang berlokasi di Jalan Singadekane Kelurahan Keramasan, pendaftar mencapai sekitar 19 ribu orang. “Dari data terakhir tersebut akan disaring masing-masing 1.000 pendaftar yang memenuhi persyaratan,” kata Aidit.
Disinggung apakah Pemprov Sumsel, akan melanjutkan lagi pembangunan baru rumah murah, setelah 2.000 rumah murah ini terbangun, dikarenakan masih banyak warga yang bertanya tentang pendaftaran baru rumah murah. Aidit memastikan, tidak akan ada lagi pendaftaran dan pembangunan rumah murah dari Pemprov Sumsel, karena program rumah murah dari Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin ini, hanya sebagai pemicu bagi pemerintah kabupaten/kota untuk melanjutkannya dengan membangun rumah murah.
“Jadi, pembangunan rumah murah dari pemprov harnya 2.000 rumah, tidak akan dibuka lagi pendaftaran baru, selanjutnya kabupaten/kota diharapkan bergerak membangun rumah murah dan mencontoh program ini, karena sebenarnya yang memiliki penduduk itukan kabupaten/kota bukan provinsi,” katanya.
Sejauh ini kata Aidit, sudah ada beberapa kabupaten/kota yang melanjutkan program pembangunan rumah murah ini, seperti Lahat, Pagaralam, Palembang, dan lainnya.
Pemprov juga akan menginformasikan dengan pemerintah Kota Palembang, jika ingin menggunakan data pendaftar sektor nonformal dari pemprov. Pasalnya, pendaftar dari sektor nonformal yang mencapai 19 ribu, hanya dapat disaring 1.000 pendaftar, sehingga sekitar 18 ribu penduduk di Palembang dari sektor non formal akan gugur.
“Kalau pemerintah kota ingin menggunakan data dari provinsi tidak masalah, akan kita informasikan, sehingga pemerintah kota tidak perlu lagi membuka pendaftaran baru,” ujarnya.
Aidit menjelaskan, seleksi pendaftar rumah murah sektor nonformal belum dilakukan, karena harus menunggu selesainya pembangunan rumah dan fasilitas lingkungan, sementara untuk yang sektor formal dalam waktu dekat akan dilakukan akad kredit.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s