SEA Games, Bebas Anjing Rabies

Posted: 21/04/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

– Disnak Eliminasi 15 Ribu Anjing Rabies
InformasiPagi, Sumsel

Berbagai pihak harus mensukseskan kegiatan Sea Games XXVI di Sumsel pada 2011 mendatang, termasuk Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Sumsel, yang berusaha Sea Games bebas dari anjing rabies khususnya di Palembang. Pada 2009, Disnak Sumsel mampu mengeliminasi lebih dari 15 ribu anjing rabies, di 2010 pihaknya menargetkan lebih dari itu.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumsel, Ir Asrillazi Rasyid di kantornya Senin (19/4), pihaknya berusaha menyukseskan Sea Games di Sumsel baik dari persediaan daging sapi, daging ayam juga telur ayam, termasuk mengantisipasi masuk dan menyebarnya anjing rabies, selama kegiatan olahraga internasional tersebut berlangsung di Sumsel.
“Saat SEA Games nanti, para atlit, duta besar dan tamu-tamu dari dalam juga luar negeri akan masuk ke Sumsel, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dari anjing-anjing rabies itu, kita harus lakukan upaya preventif,” kata dia.
Asril menjelaskan, populasi anjing di Sumsel mencapai 120 ribu ekor, tersebar di kabupaten/kota, dari 15 kabupaten/kota, sepuluh kabupaten diantaranya rentan penyebaran penyakit anjing gila atau rabies Prabumulih, Muara Enim, Pagaralam, Palembang, OKI, Banyuasin, OKU, OKUS, OI . Data terakhir pada 2009 tercatat sekitar 79 orang menjadi korban gigitan anjing gila, lima diantaranya positif Rabies, namun, jumlah korban gigitan di 2009 menurun dari 2008.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnak Sumsel, I Wayan Telabah menambahkan, langkah konkrit agar Sea Games bebas anjing rabies, pihaknya mengupayakan vaksinasi dan eliminasi anjing rabies, khususnya di lokasi penyelenggaraan kegiatan Sea Games seperti di Jakabaring.
Menurutnya, lokasi olahraga selama penyelenggaraan Sea Games harus steril dari anjing rabies, karena pihaknya tidak ingin merusak nama Sumsel di mata dunia akibat adanya korban gigitan anjing rabies nantinya.
“Kita akan ke lapangan mengecek langsung, memantaunya, kalau di Palembang bahkan sudah ada legalisasi SK Walikotanya untuk penangkapan anjing liar, agar jangan sampai yang menangkap anjing rabies mendapatkan masalah di depan, upaya seperti itu sudah kita lakukan,” kata dia. Diungkapkan Wayan, pada 2009 angka eliminasi anjing rabies yang dilakukan pihaknya mencapai lebih dari 15 ribu anjing rabies, dan pada 2010 pihaknya menargetkan eliminasi anjing rabies lebih dari 2009 yang kemungkinan dapat mencapai 30 ribu anjing rabies.
Namun demikian, jumlah kasus gigitan anjing rabies di Sumsel pada 2009 tergolong paling sedikit di Sumatera tidak sampai 100 kasus, berbeda dengan provinsi lain yang jumlahnya ratusan kasus. “Data yang masuk bisa saja sedikit, karena laporan yang sedikit, mungkin jumlahnya bisa banyak tapi tidak terlaporkan, daerah rawan anjing rabies di Sumsel ada di OKU dan Muara Enim,” jelasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s