Peserta Tender Minta Evaluasi Proses Tender

Posted: 21/04/2010 in Uncategorized
Tags: , ,

– Dinas PU Pengairan Bantah Ada Kecurangan Tender
InformasiPagi, Sumsel

Pelaksanaan proyek tender irigasi di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Provinsi Sumsel, terindikasi melanggar aturan, seperti panitia tender tidak memiliki sertifikasi Bappenas, memenangkan peserta tender yang tak penuhi syarat dan lainnya. Dinas PU Pengairan membantah kecurangan, tender sudah memenuhi persyaratan.
Indikasi pelanggaran tersebut diungkapkan peserta tender dari CV Terkas Daya Mandiri, Achmad Faizal SKom, kepada wartawan di Kantor Gubernur kemarin Senin (19/4), menurutnya tidak hanya dirinya, beberapa peserta tender proyek di Dinas PU Pengairan Sumsel juga merasa dirugikan dengan adanya indikasi kecurangan tersebut. Untuk itu ia meminta agar Kepala Dinas PU Pengairan Sumsel, dapat mengevaluasi ulang proses tender.
“Kita ingin menekankan, agar ada evaluasi ulang proses tender terhadap berkas penawaran masuk, kita juga menuntut agar membatalkan CV yang memenangkan tender lelang karena tidak memenuhi syarat, dan menindak tegas penyedia jasa yang terlibat KKN pada proses pelelangan paket,” pintanya.
Faizal meminta agar adanya tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku, terhadap panitia pengadaan barang dan jasa, serta pejabat pengadaan yang berwenang lainnya, karena telah mengakibatkan kerugian para peserta lelang.
“Banyak pelanggaran yang kita temui, seperti memenangkan peserta tender yang penawarannya lebih tinggi, menggugurkan peserta yang penawarannya lebih rendah, panitia tender tidak memiliki sertifikasi Bappenas sesuai Kepres 80, ada peserta yang nilai pengalaman perusahaan mencapai 35 tidak dimenangkan dan lainnya,” ungkapnya.
Bahkan menurutnya, sebelum ada jawaban sanggahan banding dari panitia proyek pembangunan sudah berjalan dan dilakukan pengukuran. “Kita minta Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin memfasilitasi penyelesaian masalah ini, panitia tender terkesan bekerja asal-salan, kita duga ada penyimpangan pengambilan keputusan penetapan pemenang lelang.
Faizal menegaskan, jika tidak dapat diselesaikan di tingkat Provinsi, pihaknya akan melanjutkan permasalahan ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pemerintah pusat. “Kita mulai diintimidasi untuk tidak meneruskan permasalahan ini, upaya premanisme sudah kita rasakan meneror ke rumah, bahkan ada upaya penyogokan,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas PU Pengairan Sumsel, Ir H Rusdy, membantah, adanya kecurangan pada beberapa proses tender irigasi di PU Pengairan, menurutnya panitia sudah melakukan proses tender sesuai prosedur, mulai dari pelelangan, mengevaluasi data rekanan yang masuk, lalu diusulkan tiga calon pemenang. “Yang dinilai itu, kemampuan dasar kontraktor, pengalaman kerja, metoda kerja dan lainnya, termasuk harga, panitia sudah melaksanakan koridor yang benar,” jelasnya.
Ia mengakui, setelah diusulkan pemenang ada hak rekanan untuk sanggahan kepada Dinas PU Pengairan, jika masih tidak puas rekanan bisa sanggah lagi ke Gubernur atau ke Menteri. “Sanggahan itu biasa, tapi ada yang belum mengerti dan miss understanding. Karena setelah dievaluasi panitia, bisa saja harga yang dimenangkan bukan dari yang rendah, dan kenapa harus diminta evaluasi ulang, aturan prosedur mana yang harus kita pakai,” katanya.
Disinggung mengenai sudah adanya pelaksanaan proyek yaitu pengukuran di lapangan, ia mengatakan, pengukuran dapat dilakukan sebagai persiapan untuk mengejar waktu. Ditanya panitia tender yang tidak memiliki sertifikasi Bappenas, ia kembali membantah. “Yang tahu itukan kita, jadi tidak bisa dibilang seperti itu,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s