Bulog Banyak Tolak Beras Patah

Posted: 21/04/2010 in Uncategorized
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Hingga kini Perum Bulog Divre Sumsel telah menolak lebih dari dua ribu beras dari rekanan bulog, penolakan mayoritas karena beras dalam kondisi patah (broken), sehingga harus dilakukan peningkatan kualitas dan pengayakan. Sampai kemarin, bulog telah menyerap 25 ribu ton beras.
Demikian terungkap dalam rapat koordinasi pengadaan gabah/beras dalam negeri tahun 2010, wilayah Sumbagsel (Sumsel Babel Lampung Jambi Bengkulu), yang dilaksanakan di Hotel Novotel Selasa (20/4) selama dua hari. Rakor kemarin dihadiri jajaran Bulog, Kadivre Bulog se Sumbagsel, mitra bulog, KTNA, Staf Ahli Gubernur, Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Tanaman Pangan, Dirjen Pasca Panen, Dirut Perum Bulog, KTNA dan lainnya.
Disela rakor, Kepala Perum Bulog Divre Sumsel yang baru, Tommy S Sikado, mengatakan, hingga kemarin bulog sudah menyerap 25 ribu ton beras dari rekanan, namun saat pihaknya membeli pada jumlah 16 ribu ton beberapa waktu lalu, bulog menolak sekitar 2.000 ton beras.
“Karena setelah kita analisa tidak memenuhi syarat, sehingga ditolak, jumlah ini tentu cukup besar, kita minta mitra kerja dapat memproses lebih baik lagi dan memenuhi syarat sesuai inpres, 20 persen broken, 2 persen menir,” jelasnya.
Mayoritas penolakan bulog kata dia, karena mayoritas beras dalam kondisi broken dan ada juga menir, untuk itu perlu dilakukan perbaikan kualitas dengan proses pengayakan untuk mengeluarkan beras broken. “Stok broken dan menir di mitra bulog cukup banyak, untuk itu kita harus duduk bersama mencari solusi masalah ini, dengan stok broken menir yang cukup besar ini, tentu akan mengganggu cash flow,” katanya.
Menurut Tommy, kondisi iklim seperti sekarang juga mempengaruhi kondisi beras, karena proses pengeringan tidak akan sempurna, sehingga hasil tidak akan sempurna dan banyak yang patah, karena untuk pengeringan sebagian besar masih mengandalkan matahari.
“Ke depan, kita ingin membangun kemitraan yang lebih sehat lagi, bulog sekarang dihadapkan dengan tugas pengadaan yang harus sesuai inpres, rakor ini menjadi penting untuk mencari solusinya. Karena, disatu sisi target prognosa kita besar, disatu sisi lagi kita dihadapkan dengan kualitas gabah beras itu sendiri,” katanya.
Meski demikian pihaknya optimis, dapat mencapai target penyerapan gabah setara beras mencapai 135 ribu ton pada tahun ini, dan perkiraan tercapai atau tidaknya target bulog tersebut baru dapat diketahui pada Mei – Juni.
Sementara itu, dalam sambutannya, Direktur Pelayanan Publik Bulog Pusat, Sutono mengatakan, target pengadaan bulog di 2010 mencapai 3,2 juta ton, dengan realisasi sampai dengan 19 April 2010 baru mencapai 463.000 ton atau 34 persen dari realisasi tahun 2009 untuk periode yang sama yaitu 1.359,791 ton.
“Pada tahun ini, periode pengadaan lebih singkat karena panen mundur dan kemungkinan kemarau yang lebih cepat. Akan terjadi penurunan harga pada Bulan Maret 2010 sekitar 9.69 persen dibanding Februari 2010,” katanya.
Sedangkan, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Provinsi Sumsel, Lukma Nur Hakim, Provinsi Sumsel merupakan lumbung pangan dengan potensi lahan seluas 8.472 hektar, dan target produksi tiga juga ton lebih yang diharapkan meningkat di 2010. “Peningkatan produksi padi ini tidak lepas dari dukungan kita semua, seperti pembukaan lahan baru, peningkatan frekuensi penanaman, dan kita upayakan dalam satu tahun dapat panen sebanyak empat kali, untuk itu Kepala Dinas Pertanian Provinsi harus berkoordinasi dengan kabupaten/kota,” jelasnya.
Lukman meminta, kehadiran Perum Bulog dapat mengamankan harga di tingkat petani, sehingga harus bekerja dan berkoordinasi semaksimal mungkin.agustian pratama

Comments
  1. Thomas says:

    Semoga Indonesia tidak kekurangan Stok Beras ya…

    salam

    • iya mas thomas, yang jelas SUmsel itu lumbung pangan , dan memenuhi kebutuhan beras nasional, tapi itu katanya … kalau kekurangan beras gak mungkin, tapi kalau kebanyakan makan beras mungkin saja, karena sekarang sedang digalakkan untuk mengurangi konsumsi beras … salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s