Tiga Daerah Rawan Pengrusakan SDI

Posted: 19/04/2010 in Uncategorized
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Meski sudah mulai berkurang seiring pengawasan dan sosialisasi, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumsel, mengaku ada tiga daerah rawan pengrusakan Sumber Daya Ikan (SDI) di perairan Sumsel, dengan cara pukat, bom, sentrum, putas antara lain di Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI) dan Banyuasin.
Sekretaris DKP Provinsi Sumsel, Ir Muslim SE di ruang kerjanya Kamis (15/4) tidak menampik adanya aksi pengrusakan SDI di perairan di Sumsel, hanya saja intensitasnya sekarang berkurang, karena masyarakat khususnya nelayan sudah banyak disosialisasikan. Pihaknya juga telah membentuk kelompok masyarakat pengawas untuk melakukan kontrol, dan juga bekerjasama dengan Polisi Air yang kerap mengawasi aktifitas perairan setiap saat.
Dijelaskannya, beberapa daerah yang terjadi pengrusakan SDI tersebut antara lain di OKI, OI, Banyuasin dan Muba, namun kasus yang sering ditemui dan rawan hanya di OKI, OI dan Banyuasin, di daerah perkotaan aksi tersebut dulu sering terjadi di bantaran sungai, tapi sekarang sudah jarang ditemui.
“Tidak semua daerah di Sumsel rawan aksi pengrusakan, hanya di tiga lokasi itu saja, karena daerahnya memiliki dataran rendah, memiliki alur sungai yang besar, memiliki banyak potensi ikan lokal seperti ikan lele, ikan gabus dan lainnya,” kata Muslim.
Selain patroli dan sosialisasi, antisipasi terjadinya aksi pengrusakan SDI khususnya dengan Pukat Harimau, DKP Provinsi beberapa tahun terakhir sudah menenggelamkan beberapa terumbu buatan. “Dengan pukat harimau itu, sangat mengancam SDI dan kelestarian perairan kita, karena dengan pukat harimau tidak hanya ikan, tapi sumber daya seperti udang dan lainnya juga terancam, dengan menenggelamkan terumbu buatan sangat bermanfaat bagi kita,” ungkap dia.
Sementara itu, Kasi Sarana Prasarana Budidaya DKP Provinsi Sumsel, Ir Agus Sofyan menambahkan, pihaknya tidak henti-henti mengimbau agar para nelayan tidak merusak SDI di Sumsel, namun jika hanya untuk kebutuhan makan sehari-hari tidak dipermasalahkan, asal cara mengambilnya jangan menggunakan hal-hal yang merugikan, membahayakan dan mengancam kelestarian SDI.
Karena menurutnya, tidak sedikit para pelaku sudah tertangkap tangan pihaknya, saat melakukan aksi pengrusakan SDI, bahkan menyita banyak alat generator yang digunakan. “Untuk melestarikan dan memperbaiki SDI di perairan Sumsel, kita setiap tahun melakukan re-stocking di dan melakukan perbaikan kualitas air, sehingga kualitas serta kuantitas SDI semakin baik,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s