Pembangunan Rel Double track ke TAA di Review Ulang

Posted: 19/04/2010 in Uncategorized
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Seharusnya pembangunan rel kereta api (KA) double track dari stasiun simpang di Ogan Ilir menuju Tanjung Api-api (TAA) dimulai 2006 lalu, namun karena terkendala pembebasan lahan dan dana dialihkan untuk perbaikan rel KA, pemerintah terpaksa me-review ulang rencana pembangunan.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumsel, Ir H Sarimuda MT, di kantornya Jumat (16/4). Menurut Sarimuda, anggaran dari APBN untuk pembangunan rel KA dari stasiun simpang ke TAA semula sudah ada dan rencana dimulai 2006 lalu. Hanya saja terkendala beberapa faktor seperti lahan yang belum dibebaskan, ditambah adanya musibah anjloknya KA penumpang Palembang-Lubuk Lingggau di kawasan Tebing Tinggi, sehingga dana dialokasikan untuk perbaikan rel KA tersebut.
“Kereta anjlok itu akibat rel dan bantalan rel sudah tua dan masih berbahan kayu dari zaman Belanda, untuk memperbaikinya kita membutuhkan dana. Akhirnya diputuskan dana untuk pembangunan jalan rel KA dari stasiun simpang ke TAA dialihkan untuk perbaikan rel di kawasan Tebing Tinggi itu,” ungkapnya.
Namun kata Sarimuda, pembangunan rel KA dari stasiun simpang ke TAA tersebut, telah direncanakan kembali Departemen Perhubungan dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Pusat, dan pembangunan rel KA tersebut akan di-review ulang. “Kita akan memulai review ulang pembangunan jalur KA tersebut pada 2011 nanti,” terang dia.
Pelaksanaan review ulang akan mencakupi desain jembatan, persiapan pembebasan lahan untuk rel KA ke TAA, sekaligus perencanaan rel KA double track Palembang-Lubuk Linggau, Palembang-Lampung, dan juga mempersiapkan infrastruktur penunjang seperti jembatan untuk KA dan lainnya, agar program pembangunan rel KA ke TAA sejalan dengan pembangunan rel lainnya.
“Kalau pada 2011 perencanaan matang, maka pada 2012 sudah dapat memasuki tahap kontruksi. Jadi, pembangunan rel KA ke TAA itu tidak molor, Dephub masih memberikan kesempatan kepada kita pada 2011 nanti untuk membebaskan lahan, karena kalau kita anggarkan pembangunan di 2011 sementara lahan belum dibebaskan, pembangunan juga tidak akan dapat berjalan,” kata dia.
Menurut Sarimuda, ia belum mengetahui berapa besaran dana untuk pembangunan rel KA ke TAA, dan rel KA Palembang-Lubuk Linggau juga rel KA Palembang-Lampung, karena belum memasuki proses DED (Detail Engineering Design).
“Angggaran dan berapa biaya untuk menangani itu, baru diketahui setelah DED 2011 selesai, kita sekarang belum tahu persis, estimasinya juga belum bisa dilakukan. Karena untuk mendapatkan jumlah anggaran itu, diketahui dari hasil pengukuran di lapangan, berapa timbunan galian, berapa jembatan yang akan dibangun dan lainnya, baru dapat diprediksi anggaran yang diperlukan,” jelas dia.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s