MUI Rapatkan Fatwa Penggunaan Helm

Posted: 19/04/2010 in Uncategorized
Tags: , ,

InformasiPagi, Sumsel

Peraturan mewajibkan penggunaan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pengendara sepeda motor sudah sejak 1 April 2010 lalu, namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, belum akan mengeluarkan fatwa hearam tidak menggunakan helm, karena harus dirapatkan terlebih dahulu. Sementara, MUI hanya ingin mengimbau pengendara sepeda motor menggunakan helm demi keselamatan.
Sekretaris MUI Sumsel, KH Ayik Farid diwawancarai Sabtu (17/4) mengatakan, peraturan mewajibkan menggunakan helm sangat bermanfaat bagi masyarakat, dan seharusnya didukung semua pihak. “Kita semua tahu manfaat memakai helm saat berkendara, dan begitu juga dampak yang timbul apabila kita tidak memakainya, semua orang harus mentaati aturan ini,” jelas Ayik.
Sosialisasi kepada masyarakat katanya, harus banyak dilakukan, sebelum pemerintah menerapkan sanksi atas aturan ini, karena menurutnya belum tentu semua lapisan masyarakat mengetahui aturan dan sanksi yang diberikan jika tidak mengenakan helm karena undang-undangnya masih baru.
Meski demikian, pihaknya tidak serta merta dapat mengeluarkan fatwa haram tidak memakai helm, proses fatwa itu lahir dari kajian multi disiplin ilmu. “Kita tidak ingin fatwa haram ini akan menimbulkan kontroversi di masa datang, sehingga kita akan rapatkan bersama dahulu, fatwa haram tidak menggunakan helm ini,” jelasnya.
Namun, pihaknya juga mengimbau agar para anggota-anggota ormas Islam juga mematuhi aturan ini, karena ada beberapa orang yang tidak mau mengenakan helm dengan berbagai alasan. “Kita seharusnya mendukung kebijakan pemerintah ini demi keselamatan kita juga, toh, tidak ada ruginya jika kita memakai helm,” sarang dia.
Menanggapi jika ada fatwa haram tidak memakai helm, Hari (26) Jalan Ahmad Yani Plaju mengatakan, belum perlu adanya fatwa haram tidak memakai helm, karena menurutnya jika hanya ingin berkendara ke warung atau ke rumah teman di dekat rumah tidak memakai helm hukumnya haram, ia rasa itu terlalu berlebihan. “Kalau memang harus difatwakan haram harus dikaji benar-benar atas persetujuan berbagai pihak, jangan sampai membuat situasi menjadi tidak kondusif, ” pintanya.
Menanggapi aturan wajibnya memakai helm, salah satu anggota penggemar motor honda tiger, Farhan, menyambut baik adanya aturan wajib memakai helm, namun ia juga tidak sepakat jika harus ada fatwa haram. Ia mendapatkan data, jika korban tewas akibat kecelakaan mayoritas mengalami luka di kepala, untuk itu penggunaan helm diakuinya sangat positif bagi pengendara. “Peran MUI juga sangat diperlukan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat, tentang manfaat helm melalui berbagai cara,” saran dia.agustian pratama

Advertisements
Comments
  1. penuai says:

    yup mantab brooo…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s