Idealnya, MST Jalan Lintas 10 Ton

Posted: 19/04/2010 in Uncategorized
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumsel, menyebutkan muatan sumbu terberat (MST) luas jalan lintas di Provinsi Sumsel, idealnya 10 ton agar semua jalan lintas di Sumsel tidak mudah rusak akibat kendaraan bermuatan lebih. Selain itu, pelanggaran kendaraan yang bermuatan lebih juga masih banyak ditemukan.
Kadishub Kominfo Provinsi Sumsel, Ir H Sarimuda MT, Sabtu (17/4) mengatakan, MST luas jalan baik jalan lintas timur, jalan lintas tengah dan jalan lintas sumatera di Provinsi Sumsel masih bervariasi dengan rata-rata 8 ton, sehingga perlu ada pembatasan muatan angkut melalui jembatan-jembatan timbang bagi kendaraan yang melintas jalan tersebut.
“Idealnya MST jalan di Provinsi Sumsel ini sudah rata-rata 10 ton atau 12 ton setara seperti jalan tol, sehingga jembatan timbang itu tidak perlu ada lagi dan ditutup saja. Bagi yang mengangkut barang terserah mau berapa ton tidak perlu dibatasi, dibebaskan saja,” saran Sarimuda.
Karena menurutnya, hingga kini pelanggaran terhadap muatan angkut yang ditemukan di jembatan-jembatan timbang masih cukup banyak, hal ini dapat dilihat dari kontribusi pendapatan dari denda kendaraan melebihi muatan angkut, yang disetor ke kas pemerintah daerah.
“Pada 2009 kemarin, pendapatan dari denda itu hampir Rp30 Miliar, baik dari angkutan barang, besi, semen, hasil bumi dan lainnya, denda disetor ke Bank Sumsel, kita hanya merekap laporan per bulannya saja untuk mengetahuinya,” kata Sarimuda.
Dijelaskannya, jika pendapatan dari denda tersebut meningkat atau tinggi, artinya kesadaran pengendara belum baik. “Sebaliknya, jika mereka sudah mematuhi peraturan yang ada, pendapatan dari denda itu menurun, maka kita harap, jika pemasukan dari denda menurun jangan dipermasalahkan, artinya dananya bukan dikemana-manakan, tapi memang pelanggaran berkurang,” ujarnya.
Pihaknya terus mengimbau pemilik angkutan barang untuk tidak mengangkut melebihi dari jumlah berat yang diizinkan, alternatif lain, pemerintah meningkatkan MST jalan mencapai 10 ton. “Dilemanya, meningkatkan MST jalan itu membutuhkan biaya yang sangat besar, tapi jika tidak ditingkatkan kondisinya seperti yang sekarang terjadi, pelanggaran masih terjadi dan kerusakan jalan sering ditemui,” jelasnya.
Sarimuda juga mengatakan, dengan adanya pembatasan angkutan barang, para pengusaha juga akan dirugikan dengan cost angkutan yang besar, pada akhirnya akan menimbulkan harga barang meningkat. “Ini juga perlu difikirkan,” pungkasnya.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s