Daerah Diimbau Inventarisir Makam Bersejarah

Posted: 19/04/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Agar tidak terjadi sengketa lahan yang harus menggusur makam para ulama dan leluhur, seperti kasus di Tanjung Periok beberapa hari terakhir, Kabupaten/kota di Sumsel diimbau menginventarisir makam bersejarah seperti makam para ulama besar, untuk diperhatikan, dijaga jika perlu di cagar budayakan.
Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumsel, Dr Aidit Aziz di ruang kerjanya Jumat (16/4) mengatakan, secara persis ia belum mendapatkan valid jumlah makam bersejarah di Sumsel, data-data tersebut menurutnya ada di Kabupaten/kota masing-masing.
Namun Aidit tidak menampik, jika di setiap daerah memiliki makam bersejarah, seperti puyang atau leluhur yang dianggap masyarakat keramat. Ia mencontohkan, di Palembang makam-makam bersejarah tersebut yang terdata, antara lain di Bukit Siguntang, di Kawah Tengkurep, Sabokingking yang kesemuanya telah dicagar budayakan. “Di Sumsel ini hampir disetiap desa atau dusun di daerah-daerah itu ada puyang, atau orang yang dianggap masyarakat itu adalah tokoh,” katanya.
Aidit mengimbau, untuk menghindari konflik seperti di Tanjung Periok, kabupaten/kota di Sumsel yang memiliki kewenangan penuh, diharapkan menginventarisir makam bersejarah atau makam para ulama besar yang berpengaruh di daerah masing-masing. “Karena jika memang ada atau ada yang baru ditemukan, maka dapat dijadikan objek wisata rohani bagi daerah tersebut,” kata Aidit.
Setelah diinventarisir Kabupaten/kota sambung dia, maka pemerintah daerah harus memperhatikan dan menjaga bahkan dapat dijadikan cagar budaya dengan mengajukannya ke pemerintah pusat atau Menteri.
“Beberapa tahun lalu, kan pernah terjadi keributan ketika ada kegiatan perluasan area pelabuhan, yang terpaksa membongkar makam, untuk itulah pemerintah harus berhati-hati, kalau memang ada nilai sejarah harus segera diamankan,” pintanya.
Karena menurut Aidit, jika tidak masyarakat dan pemerintah yang melestarikan nilai historis budaya di daerah tersebut, siapa lagi yang akan menghargai jasa-jasa para tokoh pendahulu.
“Di Sumsel ini banyak kandungan nilai sejarahnya, jangan sampai tergerus perkembangan zaman, karena rasa memiliki masyarakat terhadap sejarah itu masih sangat kuat, disaat terjadi konflik masyarakat tentu akan mempertahankan dengan keras,” kata Aidit. agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s