540 Angkot Dipasang Alat BBG

Posted: 19/04/2010 in Uncategorized
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Tak kurang 540 angkot sudah dipasang alat converter kit dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG), hanya saja stasiun bahan bakar gas (SPBG) yang disediakan baru ada satu. Ke depan, Pemerintah bekerjasama Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) akan menambah lagi SPBG.
Demikian dikatakan Direktur PDPDE Hilir, Nasir Alamlah, di kantornya Kamis (15/4). Selain bus transmusi, yang menggunakan bahan bakar gas, pemerintah pusat yaitu Departemen Perhubungan RI, telah menyediakan bantuan 600 unit converter kit untuk 600 angkot di Palembang, yang 90 persen dari 600 unit tersebut sudah digunakan angkot-angkot di Palembang.
“Untuk dipasangkan converter kit ini butuh waktu tiga jam, agar bisa diisi BBG, kendaraan tersebut akan dilengkapi regulator, selang, converter kit dan tabung, setelah itu akan dilakukan pengetesan, dan dipantau isi tabungnya hingga seratus persen,” kata dia.
Dijelaskannya, untuk satu tabung BBG pada angkot dapat menampung 20 LSP (liter setara premium), dan untuk bus mampu menampung 60 LSP atau tiga kali lipat dari angkot. “Tidak hanya angkot dan transmusi, ke depan seluruh bus di Palembang akan kita pasang converter kit, termasuk mobil-mobil dinas pemerintah kota dan pemerintah provinsi,” katanya.
Nasir menerangkan, dengan menggunakan BBG para sopir dapat melakukan penghematan bahan bakar setara 10 liter bensin, atau dapat menghemat sekitar Rp40 ribu/hari, terlebih harga BBG dengan bensin cukup hemat, BBG hanya Rp3.500/LSP, sementara bensin Rp4.500/liter.
Selain hemat, BBG juga ramah lingkungan, pencemaran lingkungan setiap kendaraan sangat minim mencapai seperempat dari jumlah yang ada. Tapi, jika kendaraan yang sudah tua dan tidak terawatt akan berpengaruh terhadap pemasangan converter, sehingga alat tidak begitu maksimal berfungsi, untuk itu pemasangan alat tersebut diprioritaskan untuk kendaraan tahun 2000 ke atas.
Namun Nasir tidak menampik, jumlah kendaraan yang dipasang converter kit belum sebanding dengan jumlah SPBG yang baru ada satu di Jalan Demang Lebar Daun, sehingga dalam sehari SPBG Demang Lebar Daun dapat melayani 100 kendaraan. “Angkot jurusan Plaju, Lemabang dan Alang-alang Lebar kalau kehabisan BBG mereka terpaksa mengisi ke Jalan Demang Lebar Daun. Tapi, pada 2011 kita akan menambah empat SPBG lagi di Plaju, Lemabang, Alang-alang Lebar dan dikawasan Jalan Merdeka,” ungkapnya.
Ia mengakui, pemasangan converter kit untuk umum tidak murah, yaitu mencapai Rp15 jutaan, untuk itulah pihaknya tetap memerlukan bantuan pusat demi pengembangan program ini. “Dengan konversi BBM ke BBG ini, pemerintah akan banyak diuntungkan, contoh saja saat konversi minyak tanah ke gas, pemerintah dapat menghemat hingga Rp50 Triliun,” ungkap Nasir.
Terpisah, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Provinsi Sumsel Robert Heri di kantornya menambahkan, untuk Pulau Sumatera, Sumsel provinsi pertama yang melaksanakan program pemakaian BBG bagi kendaraan, sebelumnya Jakarta dan Surabaya sudah melakukan hal sama.
Seharusnya kata Robert, konversi BBM ke BBG diterapkan ke kendaraan dinas pemerintah untuk dijadikan contoh, namun hal itu tidak perlu dipermasalahkan, ke depan program menuju ke sana akan dilakukan. Bahkan, pihaknya juga tengah merencanakan membangun SPBG di Prabumulih, Ogan Ilir dan OKI, juga menyebar diseluruh Kabupaten/Kota. “Agar, tidak hanya angkot, bus, atau kendaraan dinas saja yang menggunakan BBG, tapi kendaraan pribadi juga dapat dipasangkan BBG,” kata dia.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s