Sumsel Peringkat 15 kasus HIV/Aids

Posted: 13/04/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Berdasarkan laporan yang diterima Pemprov Sumsel dari Komisi Penanggulan Aids (KPA) Sumsel, tak kurang dari 44 penderita penyakit Aids meninggal dari tahun 1995 hingga 2009. Kecuali Kabupaten Empat Lawang dan OKUS, seluruh daerah di Sumsel ditemukan kasus HIV/Aids. Selain itu, berdasarkan data Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Pusat, Sumsel menduduki peringkat 15 se Indonesia dalam jumlah kasus HIV/Aids.
Hal ini terungkap dalam pertemuan koordinasi tiga bulanan kuartal ke III KPA Provinsi Sumsel, di Graha Bina Praja Sumsel Senin (12/4). Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumsel, Aidit Aziz menyampaikan, peran KPA sangat diperlukan dalam hal pencegahan penyebaran dan penularan penyakit Aids khususnya di Sumsel.
Dipaparkannya, di Sumsel mulai Januari hingga Desember 2009 tercatat ada 85 Pengidap HIV dengan 2 pengidap meninggal, 70 penderita Aids dengan 6 penderita meninggal. Jika dijumlahkan secara kumulatif mulai dari 1995 hingga Desember 2009 di Sumsel tercatat 491 pengidap HIV dengan 13 orang meninggal, sementara untuk Aids ada 248 penderita yang 44 orang diantaranya telah meninggal.
“HIV ini penyakit yang sudah mendunia termasuk di Indonesia, yang sampai sekarang belum ditemukan obatnya, belum ada vaksinnya. Kalau sudah terkena pengobatan HIV ini mahal, obatnya pun hanya untuk menahan perkembangan, ketika berhenti makan obat dapat secara tiba-tiba mengganas,” kata Aidit.
Penyakit HIV/Aids ini sambung Aidit, dapat menurunkan mutu SDM, di Sumsel kasus HIV/Aids menjangkiti orang-orang yang dalam usia produktif yaitu berumur antara 20- 40 tahun. Seluruh daerah di Sumsel sudah ditemukan kasus HIV/Aids kecuali Kabupaten Empat Lawang dan OKUS yang belum ditemukan datanya.
“Orang yang terkena HIV, orangnya tampak sehat tapi dapat menularkan, inveksi ini mengenai laki dan perempuan, tapi terbanyak adalah laki-laki, dan setiap tahun kasus ini mengalami peningkatan,” katanya.
Penularan HIV/Aids paling banyak melalui seks dan pengguna narkoba jarum suntik, virus HIV juga menular lewat empat faktor seperti darah, sperma, cairan vagina dan air susu ibu, namun penularannya tidak seperti penyakit demam berdarah atau lainnya. “Banyak orang mengira penyakit HIV menular lewat ludah, keringat, sebenarnya tidak, selain lewat ke empat faktor tersebut,” jelas dia.
Aidit menerangkan, pencegahan yang paling utama adalah setia dengan pasangan masing-masing, kedua adalah pemasyarakatan kondom, namun pemasyarakatan kondom sering disalah artikan dengan melegalkan prostitusi. “Kalau dulu penyebaran HIV dikenal dengan tiga S, supir, serdadu dan saudagar, tapi kalau sekarang sudah menyentuh anak muda melalui jarum suntik narkoba,” jelas dia.
Sementara itu, Sekretaris KPA Nasional, Halik Sidik mengatakan, pencegahan HIV/Aids harus dengan koordinasi yang baik antar lembaga, khususnya mengenai pembiayaan, sosialisasi melalui penyebaran kondom juga sangat diperlukan salah satunya di kawasan yang banyak prostitusi. “Sosialisasi jangan hanya berisi informasi tapi juga dengan menyebarkan kondom di kawasan yang banyak penjaja seks, karena untuk menutup tempat prostitusi itu tampaknya pemerintah cukup sulit,” jelas dia.
Usai acara, ia menjelaskan, jalur rawan penyebaran HIV di jalur lintas Sumatera karena masih banyak transaksi seks yang dilakukan oleh para sopir, sehingga pihaknya mengimbau para sopir untuk mengantisipasi. Kepada pemerintah ia juga meminta membagikan kondom disepanjang jalinsum untuk mencegah penyebaran HIV/Aids lebih luas dan menekan angka kasus.
“Sumsel menduduki peringkat ke 15 besar dari 33 Provinsi yang banyak kasus HIV/Aids, data itu berdasarkan laporan dari rumah sakit, dan belum tentu valid dengan kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Selaini itu, Halik menjelaskan, Global Fund pada Ronde VIII memberikan bantuan sebesar Rp2 Miliar untuk KPA Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumsel, yaitu Palembang, Banyuasin, OKI dan OI, ia memastikan tidak akan ada penyimpangan dana yang dialokasikan, karena jika ditemukan penyimpangan, maka daerah tersebut tidak akan dibantu lagi.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s