Bulog Targetkan Serap 135 Ton Beras

Posted: 13/04/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Harga Pembelian Pemerintah (HPP) beras yang ditetapkan pemerintah nak mencapai 10 persen, semula HPP hanya sebesar Rp4.600/kg (kilogram) naik menjadi Rp5.060/kg. Selain itu, pada 2010, Bulog menargetkan dapat menyerap beras dari petani mencapai 135 ribu ton lebih.
Demikian diungkapkan Kepala Divisi Regional Perum Bulog Sumsel-Babel, Tommy S Sikado, usai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf, di ruang Wakil Gubernur, kemarin Senin (12/4). Pihaknya ingin memperhatikan nasib para petani, dengan mengoptimalkan serapan pembelian bulog melalui hasil produksi setempat, terlebih HPP sekarang mengalami kenakan. “Saat ini, HPP yang ditetapkan pemerintah Rp5.060/kg, terjadi kenaikan mencapai 10 persen, kemarin hanya Rp4.600/kg,” katanya.
Menurutnya, kenaikan tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No 7 tahun 2009, yang menyebutkan kenaikan harga pembelian pemerintah Gabah Kering Panen (GKP) petani yang semula dari Rp 2.400 menjadi Rp 2.640 per Kg. Untuk GPK penggilingan naik dari Rp 2.440 menjadi Rp 2.685, dan Gabah Kering Giling (GKG) dari Rp 3.000 menjadi Rp 3.300.
Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya tetap berkomitmen pengadaan beras di 2010 akan sesuai ketentuan yang ditetapkan Inpres, yang persyaratan kualitasnya seperti kadar air 14 persen, menirnya maksimal 2 persen, butir patahan 20 persen, kadar susut 98 persen dan lainnya.
Untuk pendistribusian raskin sendiri, hingga kini sudah mencapai 65 persen, dengan alokasi raskin yang telah melalui reprosesing mencapai 90 ribu ton, ia yakin beras yang sampai ke masyarakat akan berstandar SNI. “Di 2009 lalu, dari target 120 ribu ton, jumlah beras yang kita serap mencapai 134 ribu ton, pada 2010 kita menargetkan membeli beras petani 135 ribu ton, dan hingga kini penyerapan sudah mencapai 16 ribu ton,” jelasnya.
Tommy mengatakan, dengan kondisi itu pihaknya optimis dapat mencukupi kebutuhan beras di Sumsel, sehingga tidak ada beras luar masuk ke Sumsel, terlebih Sumsel peringkat empat nasional dalam produksi dan penyerapan beras di Indonesia setelah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. “Dari total 90 ribu ton kebutuhan beras untuk Sumsel, akan mengalami kelebihan mencapai 30-35 ribu ton, kelebihan itu akan disalurkan untuk kebutuhan Depsos, cadangan beras pemerintah atau lainnya,” jelas dia.
Ke depan pihaknya akan memperketat masuknya beras dari rekanan ke Bulog, untuk mendapatkan beras berkualitas baik, bahkan jika ditemukan rekanan yang nakal tidak segan-segan untuk diputuskan kontrak.
Sedangkan, Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf berharap, bulog dapat berpihak kepada para petani, dan mengawasi agar tidak masuknya lintah darat yang dapat menyusahkan masyarakat dan petani, sehingga masyarakat dapat lebih sejahtera. Pemprov Sumsel, siap mendukung peran bulog khususnya dalam penyaluran raskin, namun Wagub tetap mewanti-wanti agar raskin yang sampai ke masyarakat adalah beras yang berkualitas baik.Agustian Pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s