Pemakzulan SBY-Boediono Sulit Dilakukan

Posted: 12/04/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Pemakzulan/Impeachment terhadap kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Boediono, sulit dilakukan, namun menjadi mungkin dengan beberapa syarat salah satunya melakukan penghianatan terhadap Negara, melakukan korupsi dan lainnya. Selain itu, pemakzulan kepala daerah juga bisa dilakukan.
Demikian terungkap dalam usai seminar berjudul Mungkinkah Pemakzulan ?, yang diadakan Program Study Ilmu Hukum Program Pasca Sarjana Unsri dengan Hanns Seldel Foundation, di hotel Arya Duta, Palembang, Jumat (9/4). Narasumber seminar kemarin, seperti Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Prof DR Mahfud MD SH, Staf Khusus Wakil Presiden Prof Dr Satya Arimanto SH MH, Guru Besar UNAND Prof Dr Saldi Isra SH MPa, dihadiri Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf, Sekda Provinsi Sumsel, Musyrif Suwardi, pejabat Pemprov Sumsel dan undangan khusus lainnya.
Usai memberikan materi, Ketua MK RI, Prof DR Mahfud MD SH, mengatakan, pemakzulan SBY-Boediono sulit dilakukan namun bisa juga terjadi. Hal itu menjadi sulit dilakukan, karena ketika keputusan pemakzulan itu sudah diputuskan MK dan MPR, maka harus dibahas lagi di tataran DPR RI.
Selain itu, keputusan pemakzulan haruslah disetujui 2/3 anggota DPR yang hadir saat itu, dan itu sulit terwujud karena dari jumlah anggota DPR yang 560 orang, 148 orang adalah anggota dari Partai Demokrat. “Kuorum itu tidak akan tercukupi, karena syarat kuorum 2/3 dari 560 orang berarti 420 orang, sementara jumlah anggota DPR dari Partai Demokrat 148 orang, artinya hanya mampu dicukupi 412 orang. Kalau SBY meminta para anggota DPR dari Partai Demokrat tidak datang, maka mereka tidak akan datang, maka tidak kuorum,” ungkapnya.
Namun, pemakzulan menjadi mungkin jika SBY-Boediono terbukti bersalah melakukan penghianatan terhadap Negara, melakukan korupsi, terlibat penyuapan, melakukan tindak pidana berat, melakukan perbuatan tercela dan mengalami gangguan jiwa serta tidak memenuhi kriteria yang ada. Beberapa persyaratan tersebut haruslah melalui proses pemeriksaan dan konfirmasi oleh MK. “Kalau memang bersalah, MK akan menyerahkan laporan itu kepada MPR, yang selanjutkan untuk dibahas dan diputuskan di DPR,” jelas dia.
Dijelaskan Mahfud, untuk menjatuhkan Presiden juga harus ada memorandum I, II serta sidang istimewa, namun pemberhentian Presiden tidak perlu melalui keputusan pengadilan karena wewenang itu ada di MK yang mengatur cara pemberhentian Presiden.
Pada kesempatan kemarin, Mahfud juga mengusulkan adanya hukuman setengah mati bagi para koruptor, karena di Indonesia tidak diperbolehkan berlaku hukuman mati, dan dengan hukuman setengah mati itu, para koruptor akan lebih sengsara jika dibandingkan dengan hukuman mati, hukuman setengah mati akan membuat koruptor tetap hidup namun tidak dapat melakukan apa-apa seperti orang yang mati sebelah.
Masih di Hotel Aryadutha, Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf mengatakan, pemakzulan yang dimaksud, boleh tidaknya Presiden dan Wakil Presiden diberhentikan dalam masa tugas menjabat. Tidak hanya Presiden dan Wakil Presiden, pemakzulan juga berlaku bagi Kepala Daerah tapi harus melalui prosedur, dan juga tergantung kesalahan-kesalahan yang dilakukan. “Pejabat apapun bisa diberhentikan, asal sesuai dengan aturan yang sudah disiapkan, karena dalam UUD menyebutkan seperti itu,” katanya.
Menurutnya, jika seorang pemimpin tersebut melakukan korupsi, haruslah dibuktikan terlebih dulu, undang-undang apa yang dilanggarnya. “Gubernur juga sebentar lagi memiliki kewenangan memberikan pemahaman kepada kabupaten/kota , sekarang kan belum diumumkan Mendagri,” jelas dia.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s