Wagub Minta Distribusi Pupuk Diawasi Ketat

Posted: 07/04/2010 in Uncategorized
Tags: , ,

InformasiPagi, Sumsel

Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf meminta PT Pusri mengawasi ketat distribusi pupuk di lapangan, jangan sampai tidak tepat sasaran dan tidak tepat guna, sehingga membuat petani yang membutuhkan kekurangan pupuk.
Demikian ditegaskan Wagub Sumsel, H Eddy Yusuf mengatakan disela acara sosialisasi pengawasan dan pelaksanaan pupuk di Graha PT Pusri, Senin (5/4). Ia mengaku sering dikeluhkan masyarakat kekurangan pupuk, dan juga ada penyelewengan jatah pupuk yang seharusnya daerah A yang mendapatkan namun dialihkan ke daerah B.
PT Pusri juga diminta menginventarisir kebutuhan pupuk di Sumsel, dan menyalurkan pupuk tepat sasaran, tepat waktu dan tepat guna. Para pengawas dan distributor pupuk di lapangan, juga diminta tidak mencari keuntungan, yang akan merusak sistem pendistribusian. Sehingga semua pihak dan tim pengawas seperti aparat kepolisian, kejaksaan dan lainnya harus membantu lalulintas pupuk.
“Pengawasan distribusi pupuk ini harus diperketat, agar pendistribusian pupuk berjalan lancar dan aman, bagi yang menyimpang tindaklah secara hukum. Kalaupun ada penyimpangan padahal sudah ada tim pengawas, bubarkan saja tim pengawasnya,” tegas Wagub.
Sementara itu, Direktur Sarana Produksi, Direktorat Tanaman Pangan Kementrian Pertanian, Spudnik Sujono K MM mengatakan, distribusi dan alokasi pupuk saat ini masih sesuai ketentuan dan pihaknya tengah melakukan ujicoba untuk memperbaiki sistem distribusi agar langsung ke sasaran.
“Teknisnya masih dengan pola RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), opsi satu, dana subsidi disalurkan melalui kelompok tani, dan kelompok tani membeli kepada penyalur dengan harga pasar. Opsi kedua melalui distributor, distributor menjual dengan harga subsidi, dua opsi ini sedang ditawarkan dan akan dicoba,” katanya.
Ia tidak menampik adanya kebocoran dan penyelewengan didistribusi pupuk, namun sejak diterapkan RDKK, angka penyimpangan jauh menurun di 2009 yang hanya 12 kasus. “Memang sempat ada penyimpangan tapi kecil sekali, modusnya, kalau petani membeli dengan Rp1.200 di tengah jalan tukang kebun atau perkebunan besar dan lainnya mencegat penyalur pupuk, kalau dibayar Rp2.000 akan dijual. Makanya kita akan perbaiki dan sempurnakan sistem RDKK kita,” katanya.
Disinggung mengenai kenaikan harga pupuk, Spudnik menjelaskan, kebijakan tersebut harus dikonsultasikan dengan dewan khususnya Komisi IV, eksekutif tidak dapat memutuskan, dan kenaikan juga tergantung APBNP. “Sekarang masalah ini sedang dibahas disidang cabinet hari ini (kemarin-red), yang jelas kami sudah ada Rp11,291 Triliun, tinggal APBNP nya berapa,” jelas dia.
Sedangkan, GM Pemasaran PT Pusri, Mohamad Romli HM mengatakan, dengan diberlakukannya sistem distribusi tertutup melalui RDKK, sejauh ini distribusi berjalan baik. “Sistem RDKK ini misalnya dari produsen diserahkan ke distributor, lalu distributor ke pengecer, pada saat dari pengecer ke petani haruslah ada syarat RDKK-nya, kalau ada yang mengaku petani tapi gak ada RDKK nya itu tidak dapat dikasih,” jelas dia.
Dengan RDKK, penyalurannya sudah ditetapkan, masing-masing distributor memiliki wilayah, jika distributor itu membawa pupuk ke wilayah lain, maka akan langsung ketahuan dan dapat ditangkan. “Tapi, kalau masih ada distributor yang nakal diperkuat dari data kepolisian maka akan kita pecat. Pada 2008 lalu sebelum diterapkan sistem RDKK, dua distributor pernah dipecat langsung karena menyimpang,” jelas dia.
Ditanya rencana kenaikan harga pupuk, menurutnya tergantung dari pemerintah, namun pada prinsipnya jika melihat disparitas yang cukup tinggi seperti sekarang, besaran kenaikannya sampai Rp300-Rp500 ribu diharapkan tidak menemui bermasalah. “Yang penting itu ketersediaan pupuknya cukup,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s