MUI Sarankan Pasien Berobat Gratis Akibat Rokok Tidak Dilayani

Posted: 07/04/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, menyarankan agar Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, tidak melayani pasien berobat gratis yang sakit akibat merokok. MUI juga meminta pemerintah meregulasi peraturan Undang-undang yang mengharamkan merokok.
Ketua MUI Sumsel, KH Sodikun di Kantor Gubernur Sumsel Senin (5/4) mengimbau, bagi masyarakat yang masih hobi merokok untuk menyadari bahaya rokok, dan memperhatikan kesehatannya serta kesehatan orang lain di sekelilingnya. Karena orang yang menghisap asap rokok tersebut bahayanya dua kali lipat dari yang merokok, dan menjadi perokok pasif.
“Jangan karena kita suka merokok kita mengatakan merokok itu makruh, kita harus kembali ke dasar yang kuat yaitu Alquran dan hadits, apalagi di dalam rokok sudah dipastikan ada bahan mengandung babi di filter rokok itu, berarti itu akan lebih haram lagi, jadi kita minta kesadaran perokok itu,” jelas dia.
Sodikun menjelaskan, dalam rekomendasi ijtima para ulama ketiga di Sumatera Utara, salah satu intinya pemerintah harus meregulasi DPR untuk membuat peraturan UU yang mengharamkan merokok. Lalu diminta para peneliti untuk menganti kegunaan tembakau bukan untuk merokok, melainkan untuk kegunaan lainnya. “Harus ada kebijakan serius tentang rokok ini, dan itu tantangan bagi kita,” katanya.
Bahkan ia menyarankan, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, yang diketahui tidak suka dengan perokok, untuk tidak memberikan bantuan berobat gratis bagi pasien yang sakit akibat merokok. “Sebagai mana yang dilakukan Gubernur di DKI, tapi untuk penyakit yang lain harus dibantu,” saran dia.
Ia juga menyarankan, agar iklan-iklan tentang rokok, baik di televisi, spanduk dan lainnya untuk dikurangi, dan menggantinya dengan iklan yang menyatakan rokok itu haram. Meski, kontribusi iklan-iklan rokok ke pemerintah sangat besar, namun MUI tetap berpendapat, penyakit diakibatkan rokok sepuluh kali lipat mudharatnya dari manfaatnya. “Kita ingin masyarakat Sumsel khususnya Palembang ini sehat,” harap dia.
Disinggung mengenai banyaknya ulama yang merokok, ia meminta tidak dijadikan ukuran untuk membolehkan rokok, karena kebenaran itu tidak bisa ditentukan dari banyaknya ulama yang merokok. “Saya katakan, bahwa rokok itu dasar keharamannya lebih kuat dari kemakruhannya, ulama itu juga manusia mungkin karena sudah terbiasa merokok dia masih tetap merokok, harusnya para ulama lebih memberikan keteladanan dan sadar diri tidak merokok,” pintanya.
Terakhir Sodikun mengatakan, MUI sudah memfatwakan tidak memperbolehkan merokok, jauh sebelum Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram merokok. Ada empat kategori yang MUI haramkan merokok, yaitu anak kecil, wanita hamil, merokok di tengah orang banyak, dan keempatnya adalah pengurus MUI. “Kalau memang ada pengurus yang melanggar, biar urusannya ke atas saja, biar mereka yang menanggung dosanya,” pungas Sodikun.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s