Volume Sampah Meningkat Lima Persen

Posted: 31/03/2010 in Uncategorized
Tags: , ,


InformasiPagi, Sumsel

Musim buah ikut berkontribusi meningkatkan volume sampah di Palembang, Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang, mencatat terjadi peningkatan volume sampah per hari dan per bulan mencapai lima persen. Selain itu, DKK mengaku kekurangan 50 armada pengangkut sampah.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebersihan Kota Palembang, Zulkarnain Simin, diwawancarai di ruang tunggu Gubernur Sumsel Selasa (30/3). Ia mengakui, ada peningkatan volume sampah di Palembang, namun peningkatan volume sampah itu dinilainya tidak terlalu tinggi yaitu sekitar lima persen dari volume normal sampah per hari. “Dalam satu bulan volume sampah di Palembang ada sekitar 15 ribu ton, yang paling banyak itu sampah pasar di seluruh Palembang,” katanya.
Zulkarnain menjelaskan, peningkatan volume sampah akhir-akhir ini, imbas dari masuknya musim buah, salah satunya musim Buah Durian yang menyumbang ampas lebih banyak, seperti dari kulit buah, biji-bijian dan lainnya. “Bayangkan saja, kalau buah durian masuk 10 truk di kota ini, sampahnya nanti bisa jadi 15 truk, karena begitu dibuka buahnya diambil isinya, ampasnya menjadi sampah,” katanya.
Dijelaskannya, jumlah armada yang dimiliki DKK saat ini yaitu sekitar 97 unit, tidak sebanding dengan luas areal Kota Palembang, idealnya DKK menambah 50 unit armada pengangkut sampah lagi, sehingga pelayanan pengangkutan sampah di Palembang akan terlayani lebih maksimal. “Tapi, kita bersyukur, meskipun armada kita baru 97 unit, dengan segala kemampuan kita tetap memaksimalkan membersihkan kota ini,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, pasukan pendukung kebersihan kota saat ini berjumlah 1.230 personil, dengan berbagai kategori pekerjaan seperti penyapu keliling, penyapu rutin, pengangkutan sampah, dan sopir, yang sumber honornya dari APBD murni. “Honor penyapu keliling untuk siang malam sebesar Rp50 ribu, sama seperti sopir truk untuk siang dan malam sebesar Rp50 ribu,” jelas dia.
Selain itu mengenai retribusi sampah, sampai sekarang pihaknya masih menemui kendala memungut retribusi sampah rumah tangga, yang baru terealisasi antara 10-20 persen. Untuk pemungutan retribusi sampah tahun anggaran 2010 pihaknya menargetkan sebesar Rp3,8 Miliar. “Kalau secara keseluruhan saya optimis target itu tercapai, tapi kalau untuk rumah tangga itu belum,” ungkapnya.
Untuk mencapai target pemungutan retribusi sampah dari rumah tangga, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak PDAM memungut retribusi sampah melalui rekening, namun masih dalam proses pembahasan. “Kalau untuk rumah tangga itu besaran retribusi sekitar Rp2.500–Rp7.500 per bulan, karena tergantung rumah tangganya, keinginan saya pertengahan tahun akan terealisasi,” katanya.
Retribusi sampah yang dipungut dari rumah tangga, oleh Pemerintah Kota Palembang, untuk biaya pengankutan sampah dari TPS ke TPA, sementara, untuk biaya angkut dari rumah ke TPS diminta partisipasi masyarakat.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s