Pasca Banjir, Penyakit Kulit Mendominasi

Posted: 31/03/2010 in Uncategorized
Tags: ,

InformasiPagi, Sumsel

Pasca banjir melanda beberapa daerah di Sumsel, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, mendapatkan laporan dari kabupaten/kota, penyakit terbanyak yang menyerang masyarakat daerah banjir adalah penyakit kulit. Dinkes juga terus menggulirkan bantuan obatan, sesuai permintaan daerah yang membutuhkan.
Diwawancarai Sabtu (26/3) kemarin, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Dr Zulkarnain Noerdin mengatakan, pihaknya menerima informasi kondisi kesehatan pasca banjir yang melanda beberapa daerah, hingga kini tidak ditemui masyarakat yang terkena penyakit-penyakit yang mengkhawatirkan, dan belum sampai ke status kejadian luar biasa (KLB).
Dijelaskannya, laporan dari daerah yang terkena musibah banjir, penyakit terbanyak yang diderita masyarakat pasca banjir yaitu penyakit kulit menyusul batuk pilek dan lainnya. Namun, sesuai dengan protap, di daerah-daerah yang terkena banjir, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota akan mendekati lokasi banjir yang paling aman untuk memberikan bantuan pelayanan kesehatan. “Tenaga kesehatan dan obat-obatan sudah disiapkan melalui posko-posko,” jelasnya.
Bahkan, pihak provinsi juga telah memberikan bantuan obat-obatan salah satunya antibiotik, obat untuk kulit, obat infeksi saluran pernafasan, diare dan untuk penyakit lainnya, serta bantuan tenaga kesehatan dan lainnya, sesuai dengan permintaan daerah yang membutuhkan.
Selain itu, Zulkarnain menjelaskan, Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, juga telah memberikan bantuan kaporit sebagai penjernih air bagi masyarakat yang daerahnya dilanda banjir. Dengan bantuan kaporit tersebut, masyarakat tidak akan kesulitan lagi mencari air bersih, karena akibat banjir sungai dan sumur masyarakat menjadi kotor.
“Masing-masing kabupaten/kota kita bantu sekitar 100 kg kaporit, dengan bantuan kaporit ini, masyarakat dapat mengolah air kotor menjadi bersih, untuk digunakan kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, kebutuhan mandi, sehingga tidak mudah terserang penyakit diare dan penyakit lainnya,” terang dia.
Lebih lanjut dijelaskannya, bantuan kaporit sejumlah 100 kg kaporit per kabupaten/kota itu adalah jumlah minimal, karena pihaknya akan memberikan bantuan lanjutan jika memang masyarakat di daerah tersebut masih memerlukan penjernih air. “Jika kualitas air kotor/buruk, penyebaran penyakit akibat air kotor tersebut akan cepat, sehingga bantuan untuk kebutuhan air bersih ini tidak harus cepat dilakukan,” terang dia.
Terakhir, Kadinkes meminta, agar setiap kabupaten/kota terus melaporkan kondisi kesehatan masyarakat di daerah masing-masing, dan menginventarisir kebutuhan apa yang masih diperlukan khususnya mengenai pelayanan kesehatan pasca banjir.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s