Muallaf Se Sumsel Dibina

Posted: 31/03/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Tak kurang 25 muallaf (orang yang baru masuk Agama Islam) perwakilan se Sumsel, dibina Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Sumsel, bekerjasama dengan Yayasan Amil Zakat PT Pusri (Yazri). Pembinaan satu hari tersebut dilakukan di aula Kemenag Sumsel Selasa (30/3), akan dilakukan setiap bulan.
Disela acara pembinaan, Kakanwil Kemenag Sumsel, Drs H Najib Haitami, melalui Kabag TU Kemenag Sumsel, H Amri SAg MM mengatakan, pembinaan umat secara umum merupakan tupoksi dari Kemenag, termasuk melakukan pembinaan terhadap 25 muallaf perwakilan kabupaten/kota di Sumsel, kemarin.
“Kita menyambut baik, pihak Yazri mau bekerjasama dengan Kemenag, karena dalam zakat itu memang ada porsi untuk membina para muallaf, penyaluran zakat melalui pembinaan muallaf ini memang tepat guna,” katanya.
Masih di Kantor Kemenag, Ketua Yazri Hadianto, menjelaskan, program bantuan dari Yazri banyak macam, baik kegiatan sosial seperti bantuan untuk sekolah, berobat dan lainnya, termasuk pembinaan muallaf.
“Pembinaan muallaf bekerjasama kemenag kita realisasikan mulai tahun ini, dan akan rutin dilakukan setiap bulannya, kita berharap sebanyak-banyaknya muallaf akan dibina, agar mereka muallaf lebih memahami Islam, Alquran. Tapi, di luar kerjasama dengan Kemenag ini kita sudah lama membina muallaf,” kata dia.
Sementara itu, disela pemberian materi pembinaan, salah satu muallaf Supandi warga Perumnas mengatakan, ia tertarik dengan Agama Islam sejak tahun 1984 dan mulai mempelajarinya, namun ia baru menyatakan masuk Islam pada 1989 di Kabupaten OKI.
“Saya dulu sering bergaul dengan dunia malam, pada suatu malam, saya pulang ke rumah, saya mendengar orang mengaji di televisi, waktu mendengar itu saya tersentuh, sehingga saya berketetapan memeluk Agama Islam,” ungkapnya.
Awalnya aku Supandi, ia merasa berat menjalani ibadah Agama Islam, namun lama kelamaan terbiasa dan mulai tenang menjalani kehidupan. Ia juga merasa senang, dengan adanya pembinaan para muallaf se Sumsel, karena dapat memantapkan lagi iman para muallaf. “Selama ini saya belum pernah mendapatkan pembinaan seperti ini, tapi kalau hadir di pengajian-pengajian sering,” kata bapak lima anak ini.
Senada, Santi (33) warga Jalan Perintis Kemerdekaan mengaku, telah mengenal Islam sejak kelas satu SMA, bahkan ia sempat belajar membaca dua kalimah syahadat saat SMA. Santi menyatakan, keinginan masuk Islam bukan dari paksaan, melainkan dari hati nuraninya terdalam. “Saya mempelajari Islam sejak SMA, tapi menyatakan masuk Islam baru awal Januari 2010 kemarin, di KUA kawasan di Lemabang,” ungkap warga keturunan Thiong hoa ini.
Santi mengaku, semula keluarga besarnya menentangnya masuk Islam, namun lambat laun keluarga mengerti, karena ia sudah dewasa dan dapat menentukan jalan hidup. Bahkan setelah ia berhasil memberikan dua cucu untuk orang tuanya, keharmonisan keluarganya mulai tercipta.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s