Entaskan Kemiskinan Melalui PNPM

Posted: 27/03/2010 in Uncategorized
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan di Sumsel dinilai mampu mengentaskan kemiskinan, sehingga pada 2010 kucuran dana PNPM mandiri pedesaan meningkat dari tahun 2009 yang sebesar Rp157,7 miliar, menjadi Rp254 miliar. Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf meminta pelaksanaan program diawasi ketat tanpa kebocoran.
Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Pedesaan Provinsi Sumsel, Drs Mulkan April, disela acara rapat kerja daerah PNPM Mandiri Pedesaan di Hotel Duta Jumat (26/3), mengatakan, rakerda PNPM Mandiri Pedesaan, membahas pelaksanaan program di lapangan, terutama mengenai PNPM Mandiri Pedesaan, agar jangan sampai saat pelaksanaannya nanti menemui hambatan.
“Kita tidak menginginkan program PNPM mandiri pedesaan ini menjadi tidak bermanfaat, sehingga baik Pemprov dan Pemkab, betul-betul komit memaksimalkan pelaksanaan program ini, karena ini merupakan program nasional dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Mulkan menerangkan, dana PNPM mandiri pedesaan cukup besar, pada 2009 lalu pihaknya mendapatkan dana Rp157,7 Miliar lebih, dan pada 2010 mendapatkan Rp254 Miliar lebih, sehingga terjadi kenaikan yang sangat signifikan.
Dengan meningkatnya kucuran dana, secara otomatis pada 2010 ini, lokasi pelaksanaan program lebih luas tersebar di 11 kabupaten dengan 111, yang pada 2009 lalu hanya untuk 106 kecamatan saja. “Selama pelaksanaan 2007 sampai 2009 lalu, kita dianggap berhasil oleh pemerintah pusat, sehingga kita perlu melakukan penambahan dana dan memperluas lokasi. Setiap desa dana yang dikucurkan sekitar Rp200-350 juta, per kecamatan bisa Rp2-3 Miliar,” katanya.
Adapun kriteria berhasil yang dinilai pemerintah pusat, karena telah mampu mengentaskan atau mengurangi angka kemiskinan di Sumsel, menciptakan lapangan pekerjaan, dan minimnya kebocoran dana program PNPM.
Pada pelaksanaan program PNPM tahun 2010 ini, pihaknya berharap, semua dapat berjalan sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah pusat, juga dapat memaksimalkan dana yang ada serta mensukseskan program. “Kesuksesan program ini, tergantung dari masyarakat itu sendiri, kita dari pemerintah hanya memberikan pendampingan, dan fasilitator baik di kecamatan dan kabupaten, meski nantinya tidak semua keinginan masyarakat dapat ditampung sepenuhnya oleh program ini,” terang dia.
Disinggung mengenai sering tumpang tindihnya bantuan khususnya untuk pembangunan fisik, pihaknya tidak menampik ada laporan dari masyarakat, hanya saja pihaknya meminta kepada kabupaten masing-masing jeli menanggapi hal ini. “Misalnya, kalau ada bantuan fisik yang masuk di sebuah desa, jangan ada lagi program yang sama dari APBD kabupaten, kita juga selalu melakukan koordinasi dengan daerah untuk itu,” pintanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf menekankan, pada pelaksanaan program PNPM ke depan, haruslah dikawal dan dilakukan pengawasan maksimal khususnya mengenai anggaran, karena dana tersebut berasal dari pemerintah pusat.
Wagub juga mengatakan, program PNPM Mandiri merupakan program pemerintah pusat yang digulirkan sejak tahun 2007, perjalanan program PNPM Mandiri pedesaan ini sering terkendala beberapa faktor, baik itu bencana alam, situasi politik, yang membuat perjalanan program PNPM menjadi tersendat. “Masalah PNPM ini adalah masalah pemberdayaan masyarakat desa, sehingga masih perlu diawasi secara maksimal,” pinta Wagub.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s