20 Persen Koperasi di Sumsel Hanya Papan Nama

Posted: 27/03/2010 in Uncategorized
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Karena beberapa faktor, salah satunya tidak ada lagi kegiatan, membuat sebanyak 20 persen dari 4.000 koperasi di Sumsel tidak aktif atau hanya papan nama. Namun, disebutkan, jumlah koperasi tidak aktif tersebut, cenderung menurun dari beberapa tahun terakhir.
Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Sumsel, Drs H Abdul Shobur SH MM, di Kantor Gubernur Sumsel Jumat (26/3) mengatakan, beberapa tahun terakhir, koperasi merupakan ruhnya ekonomi nasional, sehingga pemerintah pusat tengah giat melontarkan program ekonomi kerakyatan, yang terfokus kepada koperasi dan UKM.
Berdasarkan pemantauan pihaknya, dalam beberapa tahun terakhir, diakui ada banyak koperasi yang tidak aktif di Sumsel, yaitu dari jumlah sekitar 4.000 koperasi di Sumsel, sebanyak 20 persennya tidak aktif. Ketidakaktifan tersebut karena banyak faktor, seperti faktor anggota yang tidak dapat memenuhi hak dan kewajibannya, faktor pengurus yang sudah pindah, atau juga faktor kegiatan yang sudah tidak ada lagi lain sebagainya.
“Tapi, nama koperasi tersebut tetap ada, dan tercatat sebagai badan hukum bahwa koperasinya itu ada, memang sudah tidak menunjukkan aktifitas sama sekali. Oleh karena itu, saya minta agar para Kepala Dinas Koperasi Kabupaten/Kota dapat membina koperasi yang tidak aktif tersebut,” pintanya.
Di Sumsel, koperasi yang tidak aktif tersebut menyebar di seluruh kabupaten/kota, hanya saja mayoritas koperasi yang tidak aktif tersebut berada di Muara Enim, namun untuk koperasi yang dinilai bagus ada di Muba, Mura, Palembang dan lainnya.
“Jumlah koperasi yang tidak aktif di Sumsel cenderung menurun, beberapa tahun lalu koperasi tidak aktif mencapai 60 persen, sekarang tinggal 20 persen saja, karena secara bertahap koperasi tersebut aktif lagi, dan banyak juga koperasi yang bertambah,” katanya.
Upaya menyehatkan koperasi tersebut sambung Shobur, pihaknya melakukan pembinaan, melalui pendidikan, pelatihan agar dapat lebih profesional dalam mengelola koperasi terutama koperasi simpan pinjam (KSP). “Para anggota koperasi juga dibina dalam setiap kali rapat, karena koperasi ini harus bottom up, tidak bisa top down, sumbunya dari bawah, jadi betul-betul dari mereka sendiri,” terang dia.
Terakhir ia mengatakan, untuk program ekonomi kerakyatan ini, Menteri Koperasi dan UKM memiliki gagasan, melahirkan gerakan masyarakat sadar koperasi (Gemaskop). Bahkan ke depan, ke depan akan banyak muncul koperasi pramuka, yang anggotanya pramuka dari tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi. “Saya juga sudah meminta agar Menteri Koperasi dan UKM, pada akhir April atau awal Mei dapat menghadiri seminar nasional di Palembang tentang Gemaskop,” katanya.agustian pratama

Comments
  1. ilham hidayat says:

    ada daftar koprasi yang ada di oku induk,timur,selatan,makas yooooooooooooooooooooo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s