PT Pertamina Janji Pasok Gas PT Pusri

Posted: 23/03/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

– Gubernur Tekankan Pertamina Pasok Gas ke Pusri

InformasiPagi, Sumsel

PT Pertamina berjanji akan memasok gas demi keberlangsungan produksi pupuk PT Pusri, setelah habis masa kontrak pada 2012 mendatang, namun jumlah pasokan dipastikan berkurang. Selain itu, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin tetap menekankan PT Pertamina menyelamatkan PT Pusri.
Hal ini dipastikan Dirut Pertamina Pusat, Karen Agustiawan usai acara pembukaan musyawarah nasional VII himpunan wiraswasta nasional minyak dan gas bumi (Hiswana Migas) di Hotel Aryadutha Senin (22/3).
Karen Agustiawan mengatakan, pihaknya telah melakukan konsolidasi tentang pasokan gas, semua sektor akan tetap dipasok bahkan telah didistribusikan baik untuk pabrik pupuk, PT PLN, PGN dan industri lainnya. “Produksi gas PT Pertamina sekarang 1.100 mmscfd yang semuanya untuk domestik,” kata Karen.
Menurut Karen, untuk sementara pihaknya sudah maksimal menyalurkan gas tersebut, dan jika nanti ada temuan baru akan pihaknya salurkan lagi.
Disinggung apakah pada 2012 tidak akan ada perpanjangan kontrak distribusi gas ke PT Pusri. “Kami akan lihat dulu dan mengevaluasinya, prioritasnya kemana, kami akan mengikuti saja, kalau memang pas untuk industri ya industri, kalau ke pupuk ya itu untuk pupuk,” katanya.
Saat dikejar lagi dengan pertanyaan, akan ada kemungkinan perpanjangan kontrak distribusi gas ke PT Pusri. “Ada, masih ada, kami akan mengikuti saja, kan perpanjangan ke industri maupun ke PGN atau PLN itu sebetulnya dikoordinasi melalui BP Migas, kalau Pertamina tugasnya hanya memproduksi,” jelasnya.
Karen menerangkan, jika pun ada perpanjangan kontrak tidak akan sebesar yang dipasok seperti sekarang ini, namun ia tidak mau menyebut angka dan presentasenya berapa. “Pasti tidak akan sebesar seperti yang saat sekarang, Pusri mungkin sudah tahu dan sudah dilakukan pembicaraan,” terang dia.
Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, ia sudah membicarakan mengenai pasokan gas untuk PT Pusri dengan pihak Pertamina Pusat, dan PT Pertamina berjanji akan mengalokasikan gasnya untuk PT Pusri. “Saya tekankan sedapat mungkin Pusri harus diselamatkan, karena gak mungkinlah kita kirim gas ke Negara lain tapi industri sendiri yang berjasa puluhan tahun, dalam sektor ketahanan pangan yaitu sektor pupuk megap-megap karena gak ada gasnya, sehingga kita harus bijak,” ujarnya.
Selain itu, pada acara pembukaan munas sendiri, Karen mengatakan, tantangan bisnis yang dihadapi PT Pertamina cukup banyak dan besar, namun pihaknya tetap fokus kepada pelanggan dan memrioritaskan pelayanan kepada konsumen, salah satunya dengan menambah SPBU yang bersertifikasi pasti pas.
Dijelaskannya, hingga kini di Indonesia ada 2.662 SPBU bersertifikasi pasti pas, dan pada 2010 akan ditambah lagi sekitar 600 SPBU sertifikasi pasti pas, dengan target pada 2011 ada 3.600 SPBU bersertifikasi pasti pas di Indonesia. “Itu juga kita lakukan untuk menghadapi persaingan dengan kompetitor,” terang dia.
Pada 2010 pihaknya juga akan melakukan peremajaan mobil-mobil tangki pengangkut minyak, agar distribusi minyak dapat berjalan lancar sesuai dengan prosedur. Karena, jika tidak memperbaiki pelayanan akan sulit bersaing ke depan, yang pergerakan pasarnya sangat cepat.
Sedangkan, pada kesempatannya memberikan sambutan, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menyampaikan, PT Pertamina akan sulit berkembang di negeri sendiri tanpa dukungan berbagai pihak termasuk Hiswana Migas, ia juga mengatakan banyak kebijakan pusat yaitu dari BP Migas yang tidak berpihak terhadap pengusaha nasional, salah satunya distribusi BBM bersubsidi yang juga diberikan untuk membantu Negara lain sementara di Negara sendiri mengalami kekurangan. “Kalaupun diberikan izin pemain asing masuk dalam distribusi BBM bersubsidi ke Sumsel, saya jamin tidak akan lama,” tegas Gubernur.
Kepada Hiswana Migas, Gubernur meminta, agar berbenah diri dan lebih responsif terhadap keluhan yang disampaikan, seperti di Kota Palembang sendiri banyak ditemukannya kebocoran yang tinggi dan tidak masuk akal. “Hiswana Migas seharusnya menjadi yang terdepan untuk mencari penyebab adanya kebocoran tersebut, apakah truk tangki tersebut ‘kencing’ di jalan, atau ada penguapan terlalu tinggi karena berbagai faktor,” kata Alex.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Hiswana Migas Pusat, M Nur Adib mengakui, adanya kebocoran-kebocoran di lapangan saat proses distribusi. “Selama ini SPBU yang dikirimi untuk pasti pas, namun saat diterima jumlahnya sering berkurang karena di jalan banyak sopir ‘kencing’ dan sebagainya, tapi kasus ini sudah banyak menurun drastis di Jakarta, mungkin di daerah-daerah masih ada kebocoran,” katanya.
Untuk mengantisipasi hal itu kata Adib, pada 2010 pihaknya akan meminimalisir terjadinya kebocoran dengan peremajaan mobil tangki, mobil tangki akan ada aluminium serta segelnya, sehingga tidak dapat dibuka diperjalanan. “Rata-rata memang banyak kebocoran di jalan,” jelasnya.
Disinggung mengenai gas elpiji 3 kg, Adib menerangkan, akhir 2010 konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 kg akan selesai, dari target 52 juta paket (kompor, selang dan tabung berisi gas) yang akan dibagikan, kini tinggal sisa 9 juta paket lagi yang belum dibagikan. “Kendala yang dihadapi sekarang, banyaknya pemalsuan tabung elpiji di lapangan oleh pabrikan yang tidak bertanggung jawab, sehingga kualitasnya tidak dapat dijamin,” terang dia.
Mengenai Munas sendiri, Adib berharap, sesuai dengan tema Munas, yaitu Hiswana Migas menuju organisasi yang solid, mandiri dan berkomitmen, Hiswana Migas dapat solid dalam segi keuangan, mandiri agar mampu bersaing dengan pesaing asing yang datang, serta berwibawa saat dipandang stake holder lain.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s