Kenaikan TDL Dapat Pengaruhi UKM

Posted: 23/03/2010 in Uncategorized
Tags: , ,

InformasiPagi, Sumsel

Tarif dasar listrik (TDL) akan naik, hal ini dapat berpengaruh terhadap produksi usaha kecil menengah (UKM), karena ongkos produksi mereka akan meningkat, sementara modal UKM terbatas. Disperindag Sumsel berharap ada keringanan tarif bagi industri kecil seperti UKM, dengan diberlakukan tarif progresif.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel, Drs H Eppy Mirza di kantor Gubernur Sumsel Jumat (19/3) mengatakan, sesuai pernyataan Menperindag RI, jika TDL memang terpaksa dinaikkan karena subsidi yang terlalu berat mencapai Rp27 Triliun, diharapkan presentase kenaikannya jangan terlalu tinggi, karena akan berdampak terhadap pelaku usaha di Indonesia terutama UKM. “Karena UKM ini bargaining position-nya agak lemah, modalnya terbatas, kualitas terbatas, jika ongkos listrik mahal maka akan berdampak terhadap usaha mereka,” kata Eppy.
Dijelaskannya, komponen harga pokok berpengaruh terhadap TDL sebesar 20 persen, artinya, 20 persen dari harga pokok itu untuk kontribusi biaya listrik, maka jika terjadi kenaikan TDL sampai 50 persen kontribusi biaya listrik akan mencapai 70 persen. Namun, menurutnya Disperindag tidak dapat berbuat banyak, karena bukan kewenangan pihaknya, melainkan hanya sebagai pelaksana di lapangan.
“Ketika ada suatu aturan, kita yang mensosialisasikannya, tapi sebagai aparat di lapangan, kita juga mengimbau yang sama, kalau pun TDL harus naik, tingkat kenaikannya harus diperhatikan dengan cermat, perhitungannya kalau bisa melibatkan seluruh stake holder terkait, baik masyarakat, pakar, perguruan tinggi dan lainnya,” saran dia.
Jika penentuan TDL dirapatkan secara bersama dengan seluruh lapisan, maka kenaikan tidak akan menjadi gejolak di lapangan, karena semua suara sudah ditampung. Ia juga menyarankan, jika memang harus dinaikkan, berlakukan saja tarif progresif misalnya untuk industri besar kenaikan berlakukan kenaikan hingga 30 persen, untuk industri menengah 20 persen, dan untuk industri kecil cukup 10 persen.
“Dengan diberlakukan tarif progresif kenaikan bisa wajar dan diterima, jangan kenaikan itu dipukul rata, kalau untuk industri kecil kenaikannya disubsidi oleh yang besar, itu kalau memang mau adil, karena kemampuan masing-masing industri itu berbeda,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s