Jangan Kirim Peserta MTQ Bayaran

Posted: 23/03/2010 in Uncategorized
Tags: ,

InformasiPagi, Sumsel

Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke 23 tingkat Provinsi, akan digelar di Kabupaten Musi Rawas (Mura) Muara Beliti pada 19-25 April mendatang, jauh hari Pemprov Sumsel mewanti-wanti agar jangan ada kecurangan, seperti mengirimkan peserta bayaran atau yang bukan pemenang MTQ dari kabupaten/kota.
Demikian ditegaskan Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumsel, Dr H Aidit Aziz Sabtu (20/3). Pemprov Sumsel telah melatih 50 calon hakim dan 6 calon hakim pengawas untuk MTQ mendatang, diharapkan hakim memiliki teknik baru dalam penilaian masing-masing cabang yang dilombakan. “Kita harapkan para hakim objektif dalam penilaian,” pinta Aidit.
Dengan pelatihan hakim tersebut, pihaknya menginginkan para hakim bertugas sebaik mungkin, sehingga dapat menentukan pemenang yang memang berkualitas dan terbaik, untuk dipersiapkan berjuang di perlombaan MTQ level nasional pada Juni mendatang di Provinsi Bengkulu. “Para hakim untuk MTQ di Mura, tidak ada yang dari luar Sumsel, semua dipilih dari 15 kabupaten/kota di Sumsel, sebanyak 27 orang dari daerah dan 23 orang dari provinsi, terdiri pria dan wanita,” jelas dia.
Lebih lanjut sambung Aidit, jika semua daerah mengirimkan peserta MTQ untuk masing-masing tangkai perlombaan, maka diperkirakan kontingen yang ikut sekitar 40 orang, namun terkadang ada daerah yang tidak mengirim peserta untuk tangkai perlombaan tertentu.
Mengenai peserta ini, Aidit menegaskan, agar tidak ada kecurangan dalam perlombaan nanti, salah satunya dari faktor peserta. “Kita tetap berharap, para peserta yang ikut MTQ nanti betul-betul orang dari daerah setempat, dan kita harap kabupaten/kota mengirimkan peserta dari hasil pemenang MTQ kabupaten/kota. Karena kita tidak ingin ada peserta datang dari luar daerah atau peserta bayaran. Jadi, kalau bisa kirim pemenang yang asli, jangan yang menang si A tapi tapi yang dikirim si B,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu panitia MTQ yang juga Ketua Harian LPTQ Sumsel, KH Nawawi Dencik mengakui, sering terjadi ada peserta bayaran dalam perlombaan MTQ untuk mengangkat nama daerah tersebut, sehingga ia berharap agar pada MTQ di Mura mendatang tidak akan terjadi kecurangan peserta.
Selain itu Nawawi menjelaskan, ada kelas perlombaan baru pada MTQ mendatang, yaitu penulisan kandungan Alquran atau musabaqoh menulis kandungan Alquran tingkat pelajar, sistemnya, peserta akan mengerjakan atau membuat makalah dari judul yang diberikan panitia. “Panitia akan memberikan judul dan memberikan waktu sembilan jam bagi peserta untuk membuat makalah dari judul yang diberikan di dalam tiga lembar folio,” jelasnya.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s