April, Akad Kredit 400 Rumah Murah Sektor Formal

Posted: 23/03/2010 in Uncategorized
Tags: ,

InformasiPagi, Sumsel

Pada April mendatang, Pemprov Sumsel segera melakukan akad kredit 400 rumah murah sektor formal di Jakabaring untuk kalangan PNS dan guru. Sementara untuk rumah murah sektor informal di Kelurahan Keramasan baru selesai dibangun 250 unit, belum akan diakad kreditkan.
Demikian terungkap dalam rapat koordinasi percepatan pelaksanaan pembangunan program rumah murah, di Ruang Rapat Bina Praja Sumsel Senin (22/3). Rakor dipimpin langsung Sekda Provinsi Sumsel, Drs H Musyrif Suwardi HN MM, Asisten I Bidang Pemerintahan, H Mukti Sulaiman SH MHum, dari BPN Sumsel, Dinas PU Cipta Karya Sumsel, PT PLN, PT PGN, PDAM Tirta Musi dan lainnya.
Pada kesempatannya berbicara Sekda Provinsi Sumsel, Drs H Musyrif Suwardi HN MM mengatakan, lahan untuk pembangunan rumah murah di Jakabaring yang sudah diperdakan dan di SK kan Gubernur Sumsel seluas 12 hektar, dan untuk 18 hektarnya digunakan untuk fasilitas umum dan fasilitas khusus. “Yang dikeluarkan SK Gubernur tersebut adalah surat pelepasan, tapi kepada siapanya itu belum, SK tersebut hanya untuk dipegang pengembang,” kata Sekda.
Mengenai jaringan listrik, Sekda meminta agar pembangunan jaringan harus bersadarkan azaz manfaat, jika baru 400 unit rumah terbangun, jaringan yang dibangun juga untuk 400 unit, dan ia meminta PT PLN berkoordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya dan pihak pengembang. “Pengembang juga harus melaporkan ke Pemprov keterangan berapa unit rumah telah dibangun dan juga surat keterangan layak huni,” pinta Sekda.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan, H Mukti Sulaiman SH MHum, menyepakati, pembangunan jaringan harus sesuai bangunan rumah yang selesai, jika tidak, kabel jaringan dan tiang listriknya rawan dicuri. Menurutnya, akad kredit sudah dapat dilakukan walau air dan listrik belum selesai, sehingga tidak menunggu terlalu lama.
Mukti menambahkan, akad kredit 400 unit rumah yang selesai akan dilakukan April mendatang, tim rumah murah kini akan membuat blok-blok di sketsa perumahan, atas permintaan Bank Sumsel demi percepatan. “Untuk rumah murah sektor informal di Keramasan yang baru selesai 250 unit, belum akan diakad kreditkan, menunggu setelah selesai 500 unit rumah. Peminat rumah murah sektor informal ini cukup banyak mencapai 19.000 peminat,” ungkapnya usai rakor.
Sedangkan, pihak pengembang dalam rakor menyampaikan, pembangunan rumah terkendala lahan yang terendam air, namun pihaknya tetap melakukan pembanginan sembari menimbun lahan. Pihak pengembang meminta agar akad kredit dapat segera dilaksanakan sehingga pembangunan juga dapat selesai, pasalnya berbeda dengan kontraktor lain, pembangunan rumah murah tanpa menggunakan down payment (DP). “Kalau bisa KPR agar dipercepat,” kata perwakilan pengembang.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s