Hama Tikus Mengancam Sembilan Daerah

Posted: 19/03/2010 in Uncategorized
Tags: , ,

InformasiPagi, Sumsel

Banjir yang melanda sembilan daerah di Sumsel, dan merendam ribuan hektar lahan sawah, mulai surut, kini masyarakat petani diminta waspada serangan hama tikus yang akan datang pasca banjir, dan bersiap melakukan perburuan tahunan.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Sumsel, Hj Nelly Rasdiana, didampingi Kabid Produksi Tanaman Pangan, Antoni Alam, kemarin Kamis (18/3) di kantornya, mengatakan, sembilan daerah sawahnya terendam banjir dan terancam diserang hama tikus pasca banjir, seperti OKU Timur, OKI, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Musi Rawas, Lahat, Muara Enim dan Palembang.
“Biasanya, pasca terjadinya banjir dan kemarau, akan terjadi dampak fenomena iklim (DFI) terhadap tanaman, seperti adanya hama tikus, karena saat banjir tikus bersembunyi di dataran tinggi, pohon dan lainnya, saat air mulai surut mereka akan kembali ke tempat semula di sawah,” kata Nelly.
Sehingga, sembilan daerah tersebut harus mulai waspada dan bersiap melakukan pembasmian hama tikus yang akan menyerang, agar pada masa tanam tidak ada lagi hama. Menurutnya, langkah pembasmian atau biasa disebut gropyok/perburuan tikus, akan dilakukan oleh masyarakat dari anak-anak hingga orang dewasa, bekerjasama aparat kecamatan dan kades. Pemerintah provinsi melalui Dinas Pertaninan TPH Sumsel, juga akan membantu jika memang diperlukan. “Jika tidak cepat ditanggulangi, serangan hama pasca banjir dan kemarau bisa berpengaruh terhadap hasil produksi padi,” jelasnya.
Lebih lanjut Nelly menerangkan, sembari melakukan pembasmian, menjelang masa tanam ini, pihaknya akan melakukan replanting atau penanaman ulang, terhadap tanaman padi yang rusak akibat banjir.

Sementara itu, Kabid Produksi Tanaman Pangan, Ir Antoni Alam, menambahkan, Dinas Pertanian TPH Sumsel, siap membantu sembilan daerah jika diperlukan menangani pembasmian hama tikus nantinya. Pihaknya telah menyiapkan tiga brigade pembasmian hama yang sifatnya post mayor atau sudah luar biasa, brigade tersebut menyiapkan berbagai peralatan, obat-obatan pembasmi ham, semacam alat fogging dan lainnya.
“Brigade pertama bertempat di Palembang yang menangani wilayah Palembang, Banyuasin, Muba dan Ogan Ilir, brigade kedua bertempat di Belitang OKU Timur yang menangani wilayah OKI, OKU Timur, OKU, Muara Enim dan Prabumulih. Sedangkan brigade tiga bertempat di Kecamatan Tugu Mulyo Musi Rawas yang menangani daerah Muara Enim, Empat Lawang, Lahat, Musi Rawas dan Lubuk Linggau,” jelasnya.
Namun sebelum brigade tersebut diturunkan, menurut Antoni para petani sekarang sudah mulai kreatif dengan membuat pembasmi tikus menggunakan kain yang direndam bensin lalu disumbat ke lubang tikus dan ditimbun lumpur, sehingga tikus tersebut mati. “Kita juga menggunakan cara emposan, yaitu beberapa bahan seperti belerang dan jerami dibakar lalu dimasukkan kelubang tikus, yang dapat membuat tikus tersebut mabuk dan mati,” pungkasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s