2011, BNP Jadi SKPD

Posted: 19/03/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPAgi, Sumsel

Untuk lebih memaksimalkan kinerja Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sumsel, pada 2011 mendatang BNP Sumsel statusnya akan dijadikan Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di Pemprov Sumsel, sehingga memiliki anggaran khusus dari APBD. KArena pencegahan peredaran narkotika ini harus maksimal, pasalnya Sumsel memiliki moda transportasi lengkap, yang rawan masuknya narkoba.
Demikian dikatakan Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumsel, Dr Aidit Aziz usai menghadiri rakor dan sosialisasi peraturan gubernur no 66 tahun 2009 tentang pembentukan BNP Sumsel di Hotel Swarna Dwipa Kamis (18/3). Menurutnya, narkoba merusak sendi kehidupan bangsa, pemakainya sudah marak tidak hanya di kota besar tapi hingga kecamatan dan pedesaan. Maka, fungsi BNP akan ditingkatkan lagi, untuk pemberantasan, peredaran serta penyalahgunaan narkoba.
“Upaya sosialisasi, promosi untuk mencegah peredaran narkoba ini akan dilakukan secara berkelanjutan, juga melibatkan tim penggerak PKK, yang memiliki akses dan jalur sampai ke desa-desa, dengan melakukan pembinaan terhadap anak-anak mulai dari usia dini,” terang dia.
Dijelaskannya, anggaran untuk pencegahan narkoba BNP Sumsel selama ini dibantu melalui pos bantuan gubernur, namun pada 2011 mendatang BNP Sumsel akan dijadikan SKPD sehingga mendapatkan alokasi anggaran tersendiri dari APBD, APBN dan juga dibantu dari BNN pusat.
Selain itu, alasan BNP dijadikan SKPD, karena masalah narkoba adalah masalah nasional dan internasional, sehingga pemerintah harus memiliki satuan kerja yang menangani khusus masalah narkoba, dalam hal ini pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. “Dengan jadi SKPD, BNP akan memiliki hak anggaran sendiri dan memiliki perencanaan program, kepala pelaksana hariannya juga akan disetarakan eselon II,” kata Aidit.
Menurut Aidit, Sumsel memiliki moda transportasi yang lengkap, jalurnya bisa langsung ke internasional seperti melalui Bandara SMB II, dan juga jalur antar pulau melalui laut. Sehingga, potensi masuknya narkoba sangat besar.
Sementara itu, Ketua BNP Sumsel, Chozali Hanan mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, setiap tahun jumlah kasus narkoba di Sumsel cenderung meningkat 15-20 persen per tahun, mayoritas kasus yang ditemukan pemakainya dari kalangan usia 15-29 tahun, khususnya para remaja.
Dijelaskan Chozali, pendanaan BNP masih termasuk dalam dana pos bantuan Pemprov Sumsel, yang pada 2009 sekitar Rp2,5 miliar untuk seluruh Sumsel. Dana tersebut digunakan untuk beberapa program, seperti untuk sekretariat, startegi pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan juga untuk kerjasama antar lembaga.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s