Setahun, Dinsos Bina 200 Anak Nakal

Posted: 17/03/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Dinas Sosial Provinsi Sumsel, menganggarkan dana dari APBD sebesar Rp700-800 juta per tahun, untuk melakukan pembinaan terhadap anak-anak nakal dan orang jompo.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Hj Ratnawati melalui Kabid Pelayanan Rehabilitasi Sosial Provinsi Sumsel, Ibnu Hajar, diwawancarai Selasa (16/3). Setiap tahun Dinsos membina 100 remaja anak nakal, anak nakal tersebut dibagi dua kategori yaitu anak nakal jalanan atau preman yang terjaring lewat razia, dan juga 100 anak nakal karena berkonflik dengan hukum. “Untuk anak yang berkonflik hukum kita sudah siapkan dana untuk 100 orang anak, karena tidak semuanya terkena konflik hukum,” kata dia.
Ibnu menjelaskan, pembinaan yang dilakukan salah satunya memberikan pelatihan/pendidikan keterampilan di panti sosial bina remaja (PSB) Indralaya Kabupaten Ogan Ilir bagi anak nakal/preman, Panti Sosial Marsuda Putra Dharmapala bagi anak nakal terkena konflik hukum, pembinaannya sendiri dilakukan Dinsos selama satu tahun. “Ketrampilan yang diberikan seperti keterampilan montir, mengelas, elektronik dan lainnya,” jelasnya.
Pembinaan melalui pemberian keterampilan itu, dipilih Dinsos karena lebih praktis dan ekonomis, daripada memberikan anak nakal tersebut kursus tiga bulan di luar dengan biaya yang mahal. Pelatihan yang dibina Dinsos tersebut melibatkan 25 tenaga pendidik professional, dan bekerjasama dengan berbagai pihak antara lain polisi, kejaksaan, Komisi Penanggulangan Indonesia Daerah (KPAID), pihak pengadilan tinggi, Biro Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Uppa Polda juga lembaga pemasyarakatan.
Lebih lanjut Ibnu menerangkan, lahan panti pembinaan tersebut memiliki luas sekitar lima hektar, dengan berbagai fasilitas seperti tempat pelatihan/pendidikan, musola, tempat olahraga, bangunan asrama, di lokasi panti ada juga perkebunan untuk diberdayakan.
Selain membina anak nakal dipanti-panti, Dinsos juga melakukan perhatian dan pembinaan bagi para lansia di panti jompo yang dinamakan Panti Sosial Tresna Werda Warga Tama.
“Jadi, pembinaan tidak hanya diberikan untuk anak nakal saja, Dinsos juga mengalokasikan anggaran untuk membina 100 orang jompo 100 setiap tahunnya, pembinaan-pembinaan atau pelatihan-pelatihan yang dilakukan Dinsos menggunakan dana APBD sebesar Rp700-800 juta setiap tahunnya,” pungkas Ibnu.agustian pratama

Advertisements
Comments
  1. diman says:

    ass. bapk/ ibu. sya mu tanya2 bgai mana cara membimbing s,org adik yg suka melwan k,pada org tua, kalu ada solusi dan saran nya mhon dijlaskan. maksih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s