Songket Mampu Tembus ACFTA

Posted: 12/03/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) yang sudah masuk Indonesia, dikhawatirkan menyaingi dan mematikan industri kecil menengah di Indonesia, namun Sumsel memiliki satu industri kain tenun Songket asli Palembang yang diyakini mampu bersaing dan menembus pasar bebas dunia.
Demikian terungkap dalam acara kunjungan kerja Komisi VI DPR RI, yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, usaha kecil dan menengah serta badan usaha milik Negara, pada acara kunjungan kerja di Kampoeng BNI Tenun Sumsel, Muara Penimbung Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (12/3).
Usai meninjau Kampoeng BNI, Anggota Komisi VI DPR RI, Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengatakan, solusi menghadapi pasar bebas dunia atau ACFTA salah satunya adalah memperkuat produk yang mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif terhadap produk asing. “Kata kuncinya itu adalah spesialisasi produk, nah di Sumsel ini salah satunya adalah kerajinan tenun songket ini, yang tidak dapat dilawan produk dari luar negeri meski mereka mencontek,” kata Dodi.
Pihaknya menyambut baik, pola CSR BNI yang peduli terhadap industri lokal dengan mendampingi masyarakat penenun songket, ia meminta pola ini diikuti bank atau BUMN lain di Sumsel yang memang sudah disyaratkan Undang-undang untuk memberikan program PKBL.
Dodi Reza Alex juga sangat optimis Songket dapat menembus pasar ACFTA, karena dalam perdagangan bebas sekarang ini, Negara yang diuntungkan dalam perdagangan internasional adalah jika Negara tersebut punya produk unggulan yang komparatif/kompetitif dari Negara yang terlibat dalam perdagangan tersebut.
“Kita lihat songket adalah salah satu tenun khas Indonesia yang dimiliki Sumsel, jadi tidak perlu dikhawatirkan jika produk ini tidak bisa menembus pasar, malah ACFTA ini dapat dijadikan peluang untuk ekspor, kita sangat-sangat optimis,” terang dia.
Dodi mengatakan, agar kualitas tenun songket lebih baik, perlu adanya perhatian khusus melalui penambahan modal dan juga dilakukan pembinaan terhadap para pengrajin. Untuk itulah, sebagai anggota DPR RI asal Sumsel, ia akan memberikan perhatian khusus dan berpihak pada industri songket di Sumsel, dengan mengusahakan pengucuran dana anggaran khusus melalui kementrian koperasi dan UMKM, untuk pengembangan industri songket di Sumsel ini. Selain itu, akan membantu modernisasi mesin tenun dari program pemerintah pusat. “Kalau anggaran dari kementrian UMKM sekitar Rp700 Miliar, cobalah paling tidak ada alokasi anggaran khusus untuk Sumsel, inilah yang harus kita perjuangkan ke pusat,” kata Dodi.
Sementara itu, dalam sambutannya, Direktur BNI Wilayah III Sumbagsel, Bambang Sapto Aji mengatakan, Kampoeng BNI merupakan bentuk CSR dari BNI, sebagai sarana pengembangan industri kreatif tenun songket di Ogan Ilir, untuk memajukan warisan budaya Sumsel yaitu Songket.
Pengrajin di Kampoeng BNI kata dia, diberikan pelatihan mulai dari cara memilih benang, mewarnai benang untuk ditenun dan lainnya. “Kampoeng BNI didirikan untuk memberdayakan potensi yang ada, melalui penyaluran kredit bagi pengrajin dengan sistem bapak angkat dan PKBL. Kita telah menyalurkan Rp1 Miliar untuk penenun songket ini,” katanya.
Dengan didampingi BNI ini, pihaknya kata Bambang, berharap dapat meningkatkan nilai kompetitif produk songket di nasional dan internasional, khususnya menghadapi ACFTA. “Songket ini sudah diakui dunia, dan kita ingin Songket lebih banyak lagi dipasarkan di pasar internasional,” ujarnya.
Sedangkan Bupati Ogan Ilir, H Mawardi Yahya, mengatakan, Ogan Ilir merupakan penghasil banyak kerajinan, mulai dari tenun songket, pandai besi, rumah knock down dan lainnya. Ogan Ilir memiliki sekitar 2.500 penenun songket, namun baru 2,5 persen saja atau sekitar 100 penenun yang baru dibina/didampingi.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s