Komisi VI Minta Pertamina Tetap Pasok Gas ke Pusri

Posted: 12/03/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

PT Pusri (PT Pupuk Sriwijaya) terancam tidak dapat berproduksi lagi pada 2012 mendatang, pasalnya kontrak suplai gas dari Pertamina telah habis, sementara Pertamina belum dapat memperpanjang kontrak karena belum adanya penambahan cadangan gas. Komisi VI DPR RI meminta PT Pertamina tetap memasok gas ke PT Pusri.
Demikian terungkap dalam dua pertemuan antara Komisi VI DPR RI dengan PT Pusri dan PT Pertamina di tempat terpisah Rabu (10/3). Pada dua kesempatan tersebut, beberapa anggota Komisi VI DPR RI meminta agar PT Pertamina tetap mensuplai gas ke PT Pusri.
Seperti Dodi Reza Alex Noerdin, ia mengatakan, PT Pertamina harus memperhatikan nasib dan keberlangsungan PT Pusri dengan tetap menjamin suplai gas. PT Pertamina harus memrioritaskan pasokan gas kepada industri dalam negeri yang memiliki multiplier efek panjang seperti PT Pusri. Karena, PT Pusri berhubungan dengan hajat orang banyak, menyangkut keberlangsungan kebutuhan pupuk bagi para petani di Sumsel, dan juga menyangkut ketahanan pangan nasional. “Coba fikirkan jika PT Pusri tidak dapat berproduksi lagi, gimana nasib para petani kita dan juga ketahanan pangan nasional,” tegas Dodi di forum.
Ia kembali meminta, PT Pertamina membahas masalah ini dengan PT Pusri untuk mencari titik temu yang tidak merugikan, meski belum ditemui kata sepakat mengenai harga jual. “Kepastian keberlangsungan pasokan gas itu sangat penting,” kata Dodi.
Selain itu, mengenai kontrak dan harga jual gas, Komisi VI juga berharap jika selama ini kontrak yang dilakukan dengan PT Pertamina hanya jangka pendek yaitu lima tahun, ke depan agar dibuat lebih panjang lagi yaitu hingga 10 tahun, mengingat Pertamina mampu memberlakukan kontrak dengan luar negeri sampai 20 tahun. “Kenapa dengan industri pupuk dalam negeri kontraknya tidak bisa lebih lama, harganya pun berubah terus dan bisa naik sewaktu-waktu. Sebaiknya untuk harga jual gas itu dikunci dan tidak berubah-ubah, sehingga kebutuhan PT Pusri ke depan dapat diproyeksikan dengan baik,” pinta Dodi.
Jika memang tidak ditemui kata sepakat dan telah habis kontrak, bisa jadi Pusri akan menggunakan batubara yang telah dikonversikan ke gas dengan konsekuensi investasi yang besar. Dodi pun menolak keras, jika ada wacana PT Pusri akan pindah dari Sumsel, karena Sumsel memiliki bahan baku yang dibutuhkan PT Pusri lebih banyak dari Provinsi lain, pindahnya Pusri juga dapat mematikan industri pupuk yang sudah puluhan tahun di Sumsel, dan secara otomatis membuat ribuan tenaga kerja tidak tentu nasibnya. “Saya tidak setuju PT Pusri pindah dari Sumsel ke Senoro, berapa banyak tenaker Sumsel terbengkalai nantinya. Kita semua dan juga Komisi VI harus menunjukkan keberpihakan terhadap PT Pusri, untuk itu kita akan akan memanggil menteri-menteri terkait, seperti Menteri ESDM, BUMN, untuk melakukan rapat kerja gabungan dan mensinergikan antara Pertamina dan Pusri,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, GM PEP Region Sumatera, Bambang Wijanarko mengatakan, Pertamina tetap akan menjamin suplai gas sesuai penyaluran saat ini ke PT Pusri, sampai dengan habis kontraknya. “Namun untuk penambahan pasokan gas, Pertamina belum dapat menyuplainya, karena belum ada penambahan cadangan gas lagi,” jelas dia.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s