Kecewa, Komisi VI DPR RI Panggil Dirut PTBA

Posted: 12/03/2010 in Uncategorized
Tags: ,

InformasiPagi, Sumsel

Karena tidak mendatangkan Direktur Utamanya dalam pertemuan dengan anggota Komisi VI DPR RI, dan dinilai tidak menyiapkan materi, anggota komisi VI DPR RI sepakat menunda pertemuan, dan akan memanggil Dirut PTBA ke senayan. Rapat sejatinya membahas permasalahan yang dihadapi PTBA untuk dicarikan pemecahannya.
Komisi VI DPR RI Selasa (9/3) kemarin, semula dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke PTBA di Tanjung Enim, namun ada perubahan mendadak sehingga pihak PTBA yang diminta mendatangi Komisi VI DPR RI di Hotel Novotel.
Pertemuan yang seharusnya berjalan lancar dan kondusif, menjadi ditunda, akibat pihak DPR RI mengetahui pertemuan tersebut tidak dihadiri langsung Dirut PTBA langsung, namun diwakili kepada Direktur Operasional Produksi, Milawarma dan beberapa perwakilan dari PTBA.
Acara perkenalan dari masing-masing anggota Komisi VI DPR RI, diselipkan pesan kekecewaan karena tidak hadirnya Dirut PTBA itu. Seperti anggota DPR RI dari Partai PDIP, Partai Golkar, Partai PPP dan lainnya, Edi Prabowo dari Partai Gerindra, mengusulkan agar rapat ditunda, dan dijadwalkan ulang sampai Dirut PTBA memiliki waktu bertemu DPR RI.
Anggota Komisi VI lainnya juga secara bertubi melakukan interupsi, agar rapat dibatalkan, terlebih saat PTBA diminta untuk memberikan copy materi atau presentasi materi PTBA, namun bukan seperti yang diharapkan anggota dewan. “Kalau PTBA tidak siap saya fikir rapat ditutup saja, bahan yang diberikan juga tidak ada korelasinya, hanya selayang pandang saja, dan tidak layak,” kata salah seorang anggota dewan.
Pimpinan rapat, yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima menyampaikan, beban tugas dari komisi VI yaitu mencari solusi masalah lokal, nasional dan internasional termasuk masalah yang dihadapi PTBA, sehingga banyak hal yang harus dirapatkan dan dipersoalkan dengan PTBA. Atas tidak hadirnya Dirut PTBA, komisi VI meminta PTBA mengirimkan surat resmi menyatakan alasan ketidakhadiran Dirut PTBA.
“Ini bicara soal kebijakan direktur utama, tentang ranah direksi, kita tidak akan bisa memiliki bahan optimal dan mencari jalan keluar, kalau itu tidak secara langsung didengarkan dari direktur utama, kita memang ingin dirut langsung hadir, karena harus ada yang diputuskan,” katanya.
Menanggapi hal itu, dalam rapat, Direktur Operasional Produksi PTBA, Milawarma menyatakan permintaan maaf, seharusnya Dirut PTBA memang hadir kemarin, hanya saja ada rapat dadakan dengan jajaran direktur utama dan komisaris utama di Jakarta. “Kami akan sampaikan ke beliau hasil rapat ini, dan akan menyiapkan materi rapat dengan pendapat ke depan, untuk menyampaikan hal yang dapat mendukung kami, dan kami juga mohon dukungan,” katanya.
Usai rapat singkat tersebut, Dodi Reza Alex mengatakan, Direktur Operasi Produksi PTBA sendiri telah mengakui PTBA memiliki masalah mengenai legalitas, perizinan dan lainnya, namun tidak dapat disampaikan secara keseluruhan kepada Komisi VI. Atas penundaan rapat kemarin, setelah masa reses berakhir pihaknya kata Dodi, akan memanggil jajaran direksi PTBA untuk mengklarifikasi masalah kemarin, dan menjawab beberapa pertanyaan yang akan diajukan Komisi VI DPR RI di senayan.
Menurut Dodi, ada banyak sekali permasalahan legal dihadapi PTBA yang belum selesai, seperti PT Bukit Kendi dan ada konsesi batubara yaitu PT Tambang Air Laya habis pada Bulan Desember 2010 ini, yang tidak dapat diperpanjang lagi kecuali ada aturan khusus dari pemerintah. “Kami di DPR ini tadinya ingin bertemu dengan jajaran manajemen, untuk menyerap aspirasi dari mereka, apa sebenarnya masalah yang ada itu, jadi jangan dianggap ini kunjungan yang biasa, kita memang ingin tahu. Tambang Air Laya ini jika habis itu bisa lepas ke yang lain sehingga PTBA tidak akan dapat apa-apa lagi,” jelas Dodi.
Lebih lanjut dikatakannya, DPR RI turun untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi BUMN, seperti yang dihadapi PTBA juga masalah sengketa wilayah dan lahan pertambangan dan lainnya. “Kita ingin mencoba membantu, agar tidak terjadi permasalahan dikemudian hari, kita bisa bicarakan dengan pemda dan kementrian terkait dan lainnya,” kata Dodi.
Usai rapat, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima juga menambahkan, pihaknya ingin adanya optimalisasi BUMN di Indonesia, khususnya hal-hal terkait mensikapi ACFTA, untuk itu pihaknya akan melakukan program sinergi BUMN, yang tidak hanya bicara secara makro melainkan juga sektoral yaitu terkait koorporasi.
Pihaknya ingin melihat, sejauh mana sinergi BUMN akan berdampak pada peningkatan produk-produk unggulan, yang sekarang ini dengan semakin mengecilnya produk ekspor manufaktur, membuat komoditas primer termasuk batubara itu menjadi sektor unggulan baik untuk lokal dan komoditas ekspor.
“Sebenarnya kita mempunyai kepentingan langsung untuk melokalisir dan memilah persoalan dimasing-masing koorporasi, baik masalah kinerja, produksi termasuk persoalan ketenagakerjaannya,” kata dia.
Komisi VI kata Aria, tidak ingin BUMN di Indonesia merugi, tapi dengan sinergi BUMN pihaknya menginginkan BUMN lain juga tetap bisa mempunyai daya saing dalam pasar internasional. “Sekarang yang hampir merata, persoalan BUMN di daerah itu masalah tenaga kerja dengan pemerintah daerah di tingkat desa terkait dengan otonomi daerah, kita ingin melihat sejauh mana masukan pemda seperti Tanjung Enim, untuk bisa mengoptimalisasi kerjasama antara BUMN dan Pemda,” jelas dia.
Mengenai akan habisnya masa konsesi PT Tambang Air Laya, Direktur Operasi Produksi PTBA, Milawarma menjelaskan, pihaknya sedang mengajukan perpanjangan yang prosesnya sedang masuk ke Gubernur untuk rekomendasi ke Menteri. “Sesuai dengan pasal peralihan PP 23 tahun 2010, ada pengecualian perpanjangan bagi BUMN,” jelas dia.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s